RUJUKANMEDIA.com – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengoperasikan secara maksimal TPPAS Lulut Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Hanif mengaku prihatin akan kondisi TPPAS Lulut Nambo yang direncanakan dapat menampung sampah di empat daerah tersebut. Seperti Depok, Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Bogor.
Apalagi, kata dia, tempat tersebut hampir tidak beroperasi 10 tahun lamanya.
“Kementerian Lingkungan Hidup sangat prihatin dengan tidak operasionalnya Lulut Nambo ini hampir selama 10 tahun lebih,” cetus Hanif saat meninjau lokasi, Rabu 20 Agustus 2025.
Baca Juga : Penertiban Usaha di Puncak oleh Menteri LH Jadi Evaluasi Pemkab Bogor Terhadap Investor
Sementara ini, TPPAS Lulut Nambo hanya mampu mengelola 2.500 ton sampah per harinya. Kondisi itu jauh daripada harapan.
“Padahal Lulut Nambo diproyeksikan mampu menangani penanganan sampah di empat Kabupaten/Kota lingkup sekitar Lulut Nambo ini,” jelasnya.
Baca Juga : Mundur Lagi, Kini TPPAS Nambo Ditargetkan Beroperasi Juni Mendatang
Hanif ingin Pemprov Jawa Barat segera melakukan langkah agar operasionalnya bisa dilakukan secara maksimal.
“Lulut Nambo ini tentu diperlukan langkah-langkah operasional yang cepat dari Pemerintah Provinsi (Jawa Barat). Kita harapkan secara beroperasi (maksimal),” pungkasnya. (*)






