RUJUKANMEDIA.com – Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menanggapi data kecurangan PPDB di wilayahnya yang dikeluarkan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, belum lama ini.
Dari data tersebut, Kabupaten Bogor menjadi daerah tertinggi dengan angka kecurangan PPDB mencapai 1.653 dari total 4.791 siswa yang dicatat Disdik Jabar.
Iwan merasa tidak dianggap dalam setiap kegiatan pendidikan yang berada di bawah naungan Pemprov Jawa Barat. Terkhusus pada jenjang SMA.
Iwan mengaku bahwa selama ini, perwakilan Disdik Jabar yakni Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di Kabupaten Bogor, tidak pernah melakukan komunikasi ataupun koordinasi dengan Pemkab Bogor.
“Salah satu (kasus PPD) yang tertinggi itu kan laporan dari SMA yang banyak. Kami akan koordinasi dengan KCD, karena mereka (KCD) selama ini gak pernah ada komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan daerah,” kata Iwan, Rabu 26 Juli 2023.
Menurutnya, meski kewenangan itu berada di Pemprov Jawa Barat, seharusnya KCD melakukan komunikasi dengan Pemkab Bogor.
Terlebih, dalam data Disdik Jabar menyebutkan ada indikasi kecurangan yang dilakukan pada PPDB merujuk pada data kependudukan yang diubah.
“Ya selama ini gak pernah ada koordinasi, padahal kalai ada masalah kita juga yang dimintai keterangan,” cetusnya.
Baca Juga : Buntut Temuan Kecurangan PPDB, Dewan Jabar Ingin Pengelolaan SMA Dikembalikan ke Daerah
Dia berharap Disdik Jabar melalui KCD bisa lebih aktif untuk berkoordinasi. “Mungkin juga kami akan mengundang KCD (dalam waktu dekat). Kami juga ingin tahu masalahnya dimana. Apakah di Disdukcapil ada permainan atau seperti apa. Ini harus jelas,” tegas Iwan.
Diketahui, selain Kabupaten Bogor, Disdik Jabar juga mencatat dua daerah lain di daerahnya yang terindikasi adanya kecurangan PPDB. Yaitu Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung.
“Ada tiga daerah di Jabar dengan angka kecurangan paling banyak. Kabupaten Bogor diangka 1.635, Kabupaten Bekasi 589 dan Kabupaten Bandung 410 siswa, jadi selain Kabupaten Bogor, ada Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung di urutan kedua dan ketiga dengan angka kecurangan PPDB paling banyak se-Jabar,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Wahyu Mijaya.(*)







