RUJUKANMEDIA.com – Sekitar 61 warga di Sukaraja, Kabupaten Bogor terpaksa angkat kaki pasca peristiwa semburan air bercampur gas yang terjadi di kawasan tersebut semalam.
Puluhan warga yang terdiri 59 orang dewasa dan dua balita dari 34 kamar kos itu kini tengah mencari tempat pindah, karena rumahnya berada tak jauh dari lokasi semburan yang saat ini dipasang garis polisi.
“Enggak tau (mau kemana) saya juga, untungnya kerja jadi enggak ngungsi, cuma pulangnya gatau mau kemana,” ujar salah satu penghuni kos, Ifa kepada wartawan, Kamis 12 Oktober 2023.
Ifa menceritakan saat pertama kali mendengar kejadian tersebut. Awalnya dia mengira semburan air yang bercampur gas itu adalah hujan yang sedang turun.
“Awal mulanya lagi tidur bangun jam setengah 4, kebangun gara-gara ada ledakan langsung ke atap bleduk gitu. Aku kira hujan, terus langsung ngangkatin handuk, enggak tahunya pas diliat ke luar sudah rame banget, ditanya ke tetangga katanya ada sumur bor bocor,” tuturnya.
Diketahui, semburan air bercampur gas itu terjadi di Kampung Leuwi Kotok, RT.2/RW.5, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Staff Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin tak menampik peristiwa itu terjadi lantaran adanya aktivitas pembuatan sumur bor yang diperkirakan sedalam 100 meter untuk mendapatkan sumber air bersih akibat kekeringan.
“Data sementara, berawal dari adanya pengeboran sumur dalam dua hari ini dengan kedalaman 100 meter,” ujarnya.
Baca Juga : BPBD Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana pada Masa Peralihan Musim
Berdasarkan keterangan petugas PGN Pertamina, lanjut Jalaludin, semburan tersebut tercampur Gas Metan, namun bukan dari utilitas milik PGN.
“Tiba-tiba keluar semburan air bercampur gas. Dari PGN Pertamina dinyatakan gas tersebut gas Metan, tapi bukan dari aliran milik PGN,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sementara lokasi tersebut dipasang garis polisi agar tidak ada warga yang mendekat ke titik semburan semburan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan piah ESDM, dan info lengkap rencana besok tim dari ESDM akan menindaklanjuti ke lokasi,” pungkasnya.(*)







