MEROMANTISASI LAGU MELLOW MEMPENGARUHI MOOD DAN PERASAAN EMOSI

 

RUJUKANMEDIA.comLAGU MELLOW dengan liriknya yang dianggap “relate” sering kali menjadi suatu “genre” musik yang disenangi masyarakat. Belum lagi alunan musik yang membuai pendengarnya, membuat mereka semakin berlarut dalam emosi yang mungkin sedang mereka tidak rasakan.

Tidak aneh jika seseorang yang sedang merasa galau atau sedih mendengarkan lagu yang bisa menggambarkan suasana hati mereka.

Tetapi, tidak sedikit juga orang yang mendengarkan lagu mellow ketika moodnya sedang baik, kemudian dibuat sedih oleh lagu tersebut.

Kemudian dengan munculnya lagu-lagu yang membahas tentang peristiwa yang marak terjadi di jaman sekarang seperti HTS (hubungan tanpa status) ataupun Secondchoice membuat orang-orang semakin senang mendengarkan lagu yang menggambarkan situasi mereka dan dengan sengaja melarutkan perasaan atau emosi mereka dalam kesedihan liriknya.

Dengan membayangkan diri mereka sebagai pemeran yang berada di lagu tersebut, pendengar akan semakin merasa terhanyut dalam kesedihan dan bahkan, beberapa orang bisa sampai menangis.

Jadi, benarkah mendengarkan lagu mellow bisa membuat seseorang menjadi sedih? Atau orang galaulah yang meromantisasi lagu mellow itu sendiri dengan merasakan perasaan mereka dengan lagu tersebut?.

Mendengarkan lagu menyenangkan atau membahagiakan dapat meningkatkan dopamin atau hormon yang meningkatkan kebahagiaan. Serta merangsang hormone kortisol yang mengurangi stress.

Sebaliknya dengan lagu mellow, mendengar alunan musiknya dan memahami liriknya bisa menyebabkan kesedihan yang bisa berdampak ke masalah emosional. Kesimpulan ini didapat dengan pengujian subjek di MRI yang sudah didengarkan lagu seusai genrenya.

Maka dari itu tidak disarankan bagi seseorang untuk terus mendengarkan lagu mellow sepanjang waktu. Karena bisa berdampak ke kondisi mood dan afeksi yang kemudian menjalar ke perilaku.

Kenapa demikian? Karena seperti halnya lagu yang bertemakan HTS dan secondchoice, lagu-lagu melankolis menciptakan atsmosfer khusus yang membuat orang dengan mudah menempatkan diri mereka sesuai dengan pengalaman pribadi mereka.

Selain mempengaruhi secara emosional, lagu mellow juga mempengaruhi secara psikis yang membuat sang pendengar merasa pantas akan kesedihan yang mereka rasakan dengan menyalahkan diri mereka sendiri.

Atau sebaliknya para pendengar akan menjadi merasa menjadi korban yang tersakiti sehingga merusak kontrol emosi menjadi mudah marah dan tersinggung. Perasaan yang ikut terseret oleh lirik dan nada juga bisa membuat depresi akut dan stress yang berkepanjangan.

Pendengaran lagu mellow secara terus menerus juga dapat mengurangi semangat hidup.

Kenapa? Karena hidup menjadi terasa membosankan dan tidak ada hal menarik yang bisa dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini juga yang membuat seseorang menjadi tidak produktif, padahal sebagai mahasiswa kita dituntut untuk menjadi produktif. Tidak hanya emosi dan psikis, dampak mendengarkan lagu mellow juga mempengaruhi kulit.

Pikiran negatif dan stress yang terus menerus bisa membuat kulit cepat kusam dan berkeriput membuat pendengarnya terlihat lebih tua dari umur aslinya.

Tapi tidak hanya dampak negatif, mendengar lagu sendu juga memiliki dampak positif.

Menurut dua peneliti dari Freie Universitas Berlin di jerman, berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 770 orang mendengarkan lagu mellow bisa membangkitkan emosi positif seperti kedamaian dan ketenangan dengan mengubah perasaan galau itu sendiri menjadi ketenangan.

Mendengarkan lagu mellow juga mencegah seseorang melakukan perbuatan impulsif yang merugikan, misalnya bunuh diri, dan memilih untuk merenungkan kesedihan mereka dengan lagu yang “relate”. Para pendengar juga akan lebih mengintrospeksi diri mereka dan meningkatkan kedewasaan mereka.

Tentu dampak positif dari mendengarkan lagu mellow hanya terjadi ketika lagu mellow didengarkan secukupnya.

Jika sudah merasa positif kembali maka disarankan untuk lebih baik melakukan hal lain yang membuat senang atau mendengarkan lagu dengan genre yang berbeda.

Karena mendengarkan lagu mellow secara terus menerus dapat memberikan dampak negatif yang lebih banyak dibanding dampak positifnya.

Daripada menghabiskan waktu dengan berlarut dalam kesedihan, dan merasakan diri kita dengan lagu-lagu mellow, Kita sebagai anak muda harus menjadi produktif dan lebih baik menyalurkan tenaga ke dalam hal yang positif. Misal kita mengubah kesedihan kita dengan menciptakan lagu daripada hanya mendengarkan. (*)

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan