Karena ia ingin lepas dari salib itu, Syaikh Barshisha pun sujud di depan Iblis tersebut. Akhirnya, Syaikh Barshisha menghembuskan nafasnya di tiang salib dalam keadaan kafir.
Dari kisah Barshisha, kita dapat belajar banyak tentang pentingnya ibadah yang tulus dan hati-hati terhadap tipuan Iblis.
Barshisha, seorang ahli ibadah yang rajin, terjerumus ke dalam dosa karena niatnya yang salah. Dia mengira dengan berbuat dosa dan kemudian bertobat, ibadahnya akan semakin bernilai. Namun, Iblis yang cerdik menipu Barshisha. Iblis memanfaatkan kelemahan Barshisha dan membuatnya terjerumus ke dalam dosa yang lebih besar. Barshisha bahkan sampai menyembah Iblis menjelang kematiannya.
Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kita harus selalu waspada terhadap godaan yang tampaknya baik, tapi sebenarnya menyesatkan. Mengikuti saran yang salah atau menganggap dosa sebagai cara untuk meningkatkan ibadah, justru bisa membawa kita ke jurang kebinasaan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga integritas dan kebersihan hati. Kita harus beribadah dengan niat yang benar, yaitu hanya untuk Allah SWT. Janganlah tergoda dengan cara-cara yang salah dan menyesatkan, karena hanya akan membawa keburukan.
Ingatlah, Iblis selalu mencari celah untuk menjerumuskan manusia. Kita harus selalu waspada dan berpegang teguh pada ajaran agama yang benar. Hanya dengan begitu, kita dapat terhindar dari tipuan Iblis dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.



