Jabatannya Segera Berakhir,  Pj Bupati Asmawa Catat Sejumlah Upaya Menata Kabupaten Bogor

 

RUJUKANMEDIA.com – Masa jabatan Asmawa Tosepu sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bogor segera berakhir. Posisi ini akan diserahkan kepada Bachri Bakri, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menjabat kurang dari setahun, Asmawa tercatat telah melakukan berbagai pencapaian penting, terutama dalam penataan kawasan wisata Puncak dan penyelesaian konflik angkutan tambang di Parungpanjang.

Sejak dilantik pada 31 Desember 2023, Asmawa mengambil langkah berani dengan menertibkan pedagang liar di Puncak. Kini, para pedagang tersebut dipindahkan ke rest area yang telah disiapkan lama oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kini kondisinya pun terlihat lebih tertata dan rapi.

Baca Juga : SK Mendagri Terbit, Pelantikan Pj Bupati Bogor Pengganti Asmawa Tosepu Ditunda

Sejalan dengan upaya itu, Asmawa juga ingin Puncak mencerminkan identitas budaya lokal, khususnya budaya Sunda yang lekat dengan warga Bogor.

Untuk mencapai hal itu, Asmawa mendorong sinergi antar-SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dalam penataan Puncak. Dimana semua dikerjakan secara gotong royong, melibatkan berbagai SKPD, mulai dari penertiban hingga pengisian area yang sudah ditata

“Penataan Kawasan Wisata Puncak bukan hanya soal menjaga lingkungan, tapi juga memastikan warga Bogor merasa menjadi tuan rumah di daerah mereka sendiri,” ujar Asmawa, Minggu 22 September 2024.

Baca Juga : Mendagri Tito Berhentikan Asmawa Tosepu dari Pj Bupati Bogor

Untuk mewujudkan hal itu, Asmawa mengajak seniman dan budayawan lokal memberikan masukan mengenai simbol-simbol budaya yang dapat diterapkan di Puncak.

Ia juga berharap, seluruh wilayah Kabupaten Bogor, termasuk kompleks pemerintahan, dapat mengintegrasikan unsur budaya Sunda dalam arsitektur dan lingkungan. Dengan demikian, wisatawan tak hanya menikmati pemandangan alam, tetapi juga bisa merasakan kekayaan budaya setempat.

Baca Juga : Dengan Sentuhan Kearifan Lokal, Pemkab Bogor Dorong Wisata Berkelanjutan di Kawasan Puncak

Di samping penataan wisata, Asmawa juga berperan dalam menyelesaikan masalah lalu lintas akibat truk tambang di Parungpanjang. Ia mengoptimalkan kantong parkir truk guna mendukung pembatasan jam operasional. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan antara pengusaha tambang, pengemudi truk, dan masyarakat sekitar.

“Kami ingin agar masyarakat lokal yang bergantung pada sektor tambang tetap bisa bekerja tanpa mengganggu kepentingan umum,” tuturnya.

Meskipun menyadari bahwa masih ada pekerjaan yang belum sempurna, Asmawa berharap penggantinya dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan. “Agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” katanya.

Tinggalkan Balasan