RUJUKANMEDIA.com – Jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor mencapai 210 ribu orang. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah dengan 81 ribu diantaranya sudah terdeteksi nama dan alamat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Meski terbilang banyak, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Nana Mulyana mengklaim bahwa tingkat pengangguran ini berada di bawah rata-rata nasional dan provinsi.
Terlebih, kata dia, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang lebih dari 5 juta jiwa, angka pengangguran tersebut tidak terlalu tinggi.
“Saudara-saudara kita yang menganggur (teridentifikasi nama dan alamat) itu jumlahnya 81 ribu. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata nasional dan provinsi, yaitu di kisaran 3 persen lebih,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 8 Mei 2025.
Baca Juga : Tertinggi di Kabupaten Bogor, 6.518 Pengangguran di Cibinong Ditawari Jadi Pesapon
Untuk menekan itu, Disnaker Kabupaten Bogor mengklaim telah menggelar berbagai program pelatihan dan job fair. Program ini ditujukan baik bagi pencari kerja maupun mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kami memberikan keterampilan dan keahlian kepada para lulusan SMK agar mereka siap bersaing di pasar kerja. Ini sejalan dengan misi Bupati Bogor, yakni meningkatkan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar,” jelasnya.
Baca Juga : Strategi Bupati Rudy Susmanto Mengatasi Pengangguran di Kabupaten Bogor
Selain itu, Disnaker turut mendukung program Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas.
“Asta Cita ketiga menitikberatkan pada bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” pungkasnya.(*)







