RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengembangkan sistem jaringan irigasi digital melalui inovasi bernama Masterplan Pengelolaan Irigasi Tersier (MasPit).
Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), sistem digital tersebut dilakukan untuk mendorong transformasi sektor pertanian ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menjelaskan bahwa sektor pertanian di wilayah Kabupaten Bogor memiliki potensi dan karakteristik yang sangat beragam.
Dengan 40 kecamatan, 417 desa, dan 17 kelurahan, masing-masing wilayah di Kabupaten Bogor memiliki kondisi irigasi dan pengelolaan pertanian yang berbeda-beda.
“Untuk mengetahui dan meningkatkan potensi pertanian, diperlukan sistem yang mampu menyajikan data dan informasi yang akurat tentang kondisi pertanian dan jaringan irigasi di Kabupaten Bogor,” jelas Entis, Senin 21 Juli 2025.
Baca Juga : Pengangguran di Cibinong Capai 6.500 Orang, Akademisi Unpak Dorong Pemkab Maksimalkan Pertanian
Menurutnya, Inovasi MasPit hadir sebagai sistem informasi berbasis web dan mobile yang menampilkan data terkini seputar jaringan irigasi pertanian.
Platform ini memungkinkan pendataan lahan pertanian kelompok tani binaan, serta menyajikan informasi luas lahan yang terairi guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Distanhorbun.
Entis menyebut bahwa digitalisasi jaringan irigasi melalui MasPit memiliki berbagai manfaat penting. Diantaranya Aksesibilitas Informasi, yakni Informasi seputar irigasi dan teknik pertanian kini dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, tanpa terhalang jarak dan waktu.
Baca Juga : Senyum Mekar Petani Leuwisadeng Bogor, Terima Bantuan Alat Pertanian Saat Panen Raya
Kemudian Penyampaian Pengetahuan Efektif, MasPit menyajikan materi pertanian dalam bentuk multimedia (teks, gambar, video), sehingga lebih mudah dipahami oleh petani dan pengguna lainnya.
“Petani bisa mengakses teknik irigasi tepat guna, meningkatkan hasil panen, serta mengurangi potensi kerugian akibat salah kelola,” jelasnya.
Tak hanya itu, Entis menyebutkan bahwa platform ini juga menjadi sarana pengenalan inovasi pertanian, termasuk pembaruan sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air.
Baca Juga : Usulan Akademisi Soal Pelatihan Pertanian untuk Kurangi Pengangguran Tak Masuk di BLK Bogor
Dengan pengelolaan irigasi yang lebih baik, hasil pertanian meningkat sehingga berdampak positif pada pendapatan petani.
“MasPit dapat mendorong terbentuknya komunitas pertanian yang saling berbagi informasi, solusi, dan praktik terbaik melalui fitur diskusi,” tuturnya.
Entis berharap agar MasPit bisa lebih dikenal dan bermanfaat kepada masyarakat. Pihaknya pun secara intensif melalukan sosialisasi dan pelatihan kepada para pelaku utama pertanian dan penyuluh lapangan.
Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan rutin dua mingguan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dengan materi seputar teknologi informasi, pengalaman petani, hingga permasalahan aktual di lapangan.
“Inovasi dan terobosan terus kami, lakukan guna memperkuat pembangunan sektor pertanian. Melalui digitalisasi jaringan irigasi, diharapkan pertanian di Kabupaten Bogor dapat tumbuh lebih produktif, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Entis.(*)


