RUJUKANMEDIA.com – Sebanyak 79 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan orang terlantar yang berada di Yayasan Bina Tauhid Darul Miftahudin, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, ikut memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan, Minggu 24 Agustus 2025.
Ketua Yayasan Bina Tauhid Darul Miftahudin, Darul, mengatakan kegiatan ini digelar untuk menghadirkan keceriaan bagi para warga binaan. Perlombaan yang dilaksanakan pun sederhana namun penuh makna.
“Untuk memeriahkan HUT ke-80 RI ini, kita adakan perlombaan yang sederhana, seperti lomba makan kerupuk, memasukkan sumpit ke dalam botol, melukis, hingga membaca puisi,” ujarnya.
Darul menambahkan, meskipun tidak mudah mengatur para ODGJ, namun hal itu merupakan tanggung jawab kemanusiaan. Dari 79 warga binaan, sekitar 15–17 orang benar-benar bisa diarahkan untuk ikut serta dalam lomba.
“Jumlah total warga binaan kita saat ini 79 orang, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Paling banyak dari Kabupaten Bogor, tapi ada juga dari luar daerah, bahkan sejauh Palembang,” jelasnya.
Baca Juga : Perempuan Diduga ODGJ Gunakan Uang Palsu untuk Berbelanja di Cibinong Bogor
Sejak berdiri tahun 2010, yayasan tersebut telah membantu ratusan orang dengan gangguan mental untuk sembuh dan kembali ke masyarakat. Bahkan, beberapa di antaranya memilih tetap mengabdi di yayasan.
“Sudah banyak yang berhasil sembuh. Ada yang pulang, ada yang masuk lagi, bahkan ada yang ingin tetap tinggal dan mengabdi di sini karena merasa punya ikatan,” tegasnya.
Darul berharap momentum kemerdekaan bisa menjadi pengingat bahwa hak dan kewajiban sebagai warga negara juga dimiliki oleh ODGJ.
“Harapan saya, ke depan mereka bisa lebih berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan. Karena mereka juga berhak memeriahkan HUT RI,” katanya.
Baca Juga : Mobil Terperosok, Pria Diduga ODGJ Asal Lampung Ditemukan di Tepi Sungai Cisadane
Sementara itu, pelaksana kegiatan, Novawan, mengatakan perlombaan ini digelar untuk memberikan kebahagiaan dan ruang ekspresi bagi para warga binaan.
“Tujuannya agar mereka bisa tertawa bersama, meluapkan emosi bersama, dan merasakan kebersamaan. Selain gembira, ada juga sedikit kompetisi yang memberi motivasi untuk tetap melanjutkan kehidupan,” ungkapnya.
Meski ada tantangan dalam memberikan instruksi kepada ODGJ, antusiasme mereka membuat kegiatan berlangsung meriah.
“Kami harap teman-teman dengan disabilitas mental juga bisa menumbuhkan rasa nasionalisme. Di era kemerdekaan ini, mereka harus punya semangat persatuan dan tekad untuk bangkit,” tandasnya. (*)







