RUJUKANMEDIA.com – DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk melakukan pendataan bangunan yang digunakan sebagai kegiatan keagamaan pasca ambruknya Majelis Taklim Asohibiya di Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno menilai hal tersebut harus segera dilakukan. Sebab, jangan sampai peristiwa maut yang mengakibatkan ratusan korban dan empat meninggal dunia ini kembali terjadi di kemudian hari.
“Iya harus didata, karena bangunan-bangunan seperti ini harus menjadi perhatian. Agar kita juga bisa mengambil kebijakan untuk kemudian dibahas bersama Pemkab Bogor,” kata Wasto usai meninjau lokasi, Selasa 9 September 2025.
Baca Juga : Jumlah Korban Luka Majelis Taklim Ambruk di Ciomas Bogor Capai 127 Orang
Usai melihat kondisi Majelis Taklim Asohibiya, Wasto menyebut bahwa kegiatan keagamaan seharusnya berada dalam kondisi yang representatif.
Tidak hanya bangunan, namun juga lokasinya. Karena antusias masyarakat dalam kegiatan keagamaan seperti halnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sangat tinggi.
Sementara pada kondisi Majelis Taklim Asohibiya, Wasto melihat bangunannya cukup membahayakan. Berada di tebingan dan kapasitasnya tidak maksimal.
Baca Juga : Update Terkini, Korban Majelis Taklim Ambruk Capai 158 Orang, 59 Masih Dirawat
Sehingga, Politisi PKS ini ingin ada data yang akurat mengenai keberadaan dan kondisi majelis taklim di Kabupaten Bogor.
“Itu nanti kita rumuskan bersama, nanti kebijakannya seperti apa. Karena sebenarnya masyarakat itu bersemangat untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan juga sosial. Jadi, justru disitu pentingnya nanti kita harus melakukan apakah berupa bantuan atau perizinan supaya tidak sulit atau mungkin di tempat yang representatif pembangunannya,” jelas dia.
Di sisi lain, Wasto mengapresiasi langkah Pemkab Bogor dalam menangani para korban peristiwa tersebut. Ia menilai apa yang dilakukan pemerintah daerah sudah tepat dan cepat.
“Kami turut berduka cita dan semoga (korban dan keluarganya) diberikan kesabaran. Kemudian kami juga ucapkan terima kasih kepada Bupati dan Pemda dalam hal ini sudah gerak cepat untuk menangani pasca musibah, baik untuk perawatannya maupun yang korban meninggal. kami apresiasi termasuk kebijakan menanggung biaya perawatan, santunan buat yang meninggal,” pungkasnya. (*)







