Peristiwa Mencekam di Area Antam Bogor, Sejumlah Orang Tewas Dua Sudah Dimakamkan

 

RUJUKANMEDIA.com – Peristiwa ledakan atau gas beracun yang terjadi di area pertambangan Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Selasa 13 Januari 2026, berakhir mencekam.

Setelah diklaim tidak adanya korban pada peristiwa itu, kini sejumlah warga yang bekerja sebagai gurandil atau penambang ilegal dikabarkan tewas. Dua di antaranya bahkan telah dimakamkan.

Kedua korban itu bernama Edi Saputra dan Jaka. Mereka merupakan warga Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Puput, istri dari Edi mengungkap bahwa sang suami meninggal ketika hendak bekerja di gunung, istilah yang mereka gunakan untuk menjadi penambang.

“Si aa pas hari Senin itu bilang, katanya mau ke gunung, katanya mau dua hari,” kata Puput kepada wartawan, Minggu 18 Januari 2026.

Puput mengaku tidak memiliki firasat sedikit pun tentang kabar buruk yang menimpa suaminya itu.

Baca Juga : Ratusan Orang Dikabarkan Jadi Korban Gas Beracun di Antam 

Namun pada hari Selasa 13 Januari 2026, dunia serasa runtuh. Puput mendapatkan kabar bahwa suaminya tewas di lubang tambang.

“Tidak ada firasat, tahu kabar aa ga ada itu dari temennya,” ungkap Puput diiringi tangis.

Ia menyebut bahwa total ada enam orang yang menjadi korban pada peristiwa tersebut. Keenamnya merupakan warga Urug.

“Baru ada dua yang baru dateng dan dimakamkan, tinggal empat lagi,” pungkas Puput. (*)

Tinggalkan Balasan