Kekeringan Meluas, 13 Kecamatan di Kabupaten Bogor Krisis Air Bersih

RUJUKANMEDIA.com – Dampak musim kemarau di Kabupaten Bogor kian meluas. Hingga pertengahan Juli 2026, kekeringan telah menjangkau 13 kecamatan dan menyebabkan 42.691 warga mengalami krisis air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi data sejak 10 Juni hingga 15 Juli 2026.

“Terhitung sejak Juni hingga pertengahan Juli ini, sebanyak 12.735 kepala keluarga (KK) atau 42.691 jiwa mengalami krisis air bersih,” ujar Adam, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga : Waspada Godzilla El Nino, Puncak Kekeringan di Bogor Diprediksi Terjadi Agustus 

Menurutnya, wilayah terdampak kini mencakup 13 kecamatan dengan total 29 desa dan kelurahan. Kecamatan tersebut yakni Jasinga, Cigudeg, Ciseeng, Rumpin, Leuwisadeng, Ciampea, Sukajaya, Nanggung, Rancabungur, Jonggol, Citeureup, Babakan Madang, dan Sukaraja.

Baca Juga : 3 Kecamatan di Bogor Alami Kekeringan Sejak Dua Bulan Lalu, 2.193 Warga Krisis Air Bersih 

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Hingga 15 Juli 2026, sebanyak 350 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke 74 titik yang mengalami kekeringan.

“Kami telah mendistribusikan 350 ribu liter air bersih ke titik-titik terdampak kekeringan. Kami juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau masih berlangsung,” pungkas Adam.(*)

Tinggalkan Balasan