Groundbreaking Dilaksanakan, PSEL Galuga dan Pengolahan Sampah Menjadi Solar Mulai Dibangun

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis 17 September 2026.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan tersebut ditargetkan selesai di 2026.

“Kami perkirakan akan selesai di 2027. Ini akan menjadi solusi bagi Bogor yang darurat sampah,” kata Zulkifli.

Baca Juga : Pemerintah Kabupaten Bogor Percepat Penuntasan Kebakaran TPA Galuga, Satgas Disiapkan dan PSEL Dikebut

Selain PSEL, dilakukan pula groundbreaking untuk pembangunan PSE Pirolisis yang berada tepat di seberang PSEL Galuga.

Kata Zulkifli, dua pembangunan ini menjadi upaya pemerintah untuk menekan dan meminimalisir polusi dampak sampah yang sudah puluhan terjadi di wilayah Galuga.

“Ini dua upaya pembangunan yang dilakukan. Untuk PSE Pirolisis ini dibangun sebagai pengelola sampah menjadi energi seperti bahan bakar.
Sampah yang lama menggunung puluhan juta kalau tidak dikerjakan terus memberikan udara yang pengap lingkungan yang tidak sehat dan itu akan dikerjakan melalui pirolisis yang ada di sini,” jelasnya.

Baca Juga : Bupati Bogor Apresiasi Dukungan Kopassus untuk Percepatan Pembangunan PSEL Galuga

PSEL Galuga sendiri dibangun PT Weiming Nusantara Bogor New Energy. Sementara PSE Pirolisis atau pengolahan sampah menjadi BBM jenis solar dibangun TNI.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, PSE Pirolisis akan mengolah sampah lama.

Baca Juga : Pemerintah Pusat Tinjau Langsung Kondisi Terbaru TPAS Galuga dan Pastikan Kesiapan Groundbreaking PSEL

PSE Pirolisis itu ditargetkan tuntas pembangunannya pada 2027 mendatang, dengan investasi sebesar Rp600 miliar.

“PSE Pirolisis di Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini akan mengolah 1.000 hingga 2.000 ton per hari dan akan memproduksi 30 hingga 40 kilo liter BBM jenis solar per hari,” kata Maruli.

BBM jenis solar yang dihasilkan nantinya akan diuji kelayakan pemakaian. Jika hasilnya baik, maka tidak menutup kemungkinan dibuat untuk publik.

“Kalau BBM jenis solar ini sudah layak penggunaannya, baru kami kerjasamakan Busines to Busines dengan pihak lain untuk pendistribusian dan penjualannya,” jelas Maruli.(*)

Tinggalkan Balasan