Pemkab Bogor Tegaskan Mampu Penuhi Kuota Sampah ke PSEL Galuga 2.000 Ton Per Hari

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor
mencatatkan jumlah Sampah yang surplus dari kewajiban pembuangan ke tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Galuga sebanyak 2.000 ton per hari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, jumlah sampah di Kabupaten Bogor melebih dari kewajiban tersebut. Produksi sampah dari jumlah penduduk sekitar 6,1 juta jiwa, itu sekitar 3.000 ton per hari.

Kondisi itu akan jauh lebih banyak jika digabungkan dengan produksi sampah dari wilayah Kota Bogor yang menghasilkan 700 hingga 1.000 ton sampah setiap hari.

“Jadi untuk kondisi hari ini, sampah surplus. Bahkan dengan kondisi terbakar kemarin pun (di TPA Galuga), jumlah timbunan sampah masih sangat banyak,” ujar Rudy kepada wartawan, Jumat 18 September 2026.

Baca Juga : Pemda Bogor Wajib Penuhi Kuota Sampah ke PSEL Galuga Sebanyak 2.000 Ton Per Hari

PSEL Galuga sendiri diketahui akan mengolah sampah baru atau fresh waste yang dihasilkan setiap hari oleh Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Listrik yang dihasilkan PSEL Galuga nantinya diserap PLN sebagai offtaker. Kapasitas listrik dari fasilitas PSEL berada pada kisaran 20-30 megawatt, bergantung pada kuantitas dan kualitas sampah yang diolah.

Adapun sampah lama yang telah tertimbun selama puluhan tahun di TPA Galuga direncanakan ditangani menggunakan teknologi pirolisis yang berbeda dengan PSEL.

“Jadi untuk kondisi hari ini, sampah surplus. Bahkan dengan kondisi terbakar kemarin pun, jumlah timbunan sampah masih sangat banyak,” jelasnya.

Baca Juga : PSEL Bogor Raya 1 Mulai Dibangun, Olah 1.500 Ton Sampah per Hari dan Suplai Listrik untuk 100 Ribu Rumah

Rudy menyebut pembangunan PSEL Galuga memiliki nilai investasi awal sekitar 160 juta dolar AS. Selain PSEL, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi fasilitas pirolisis dengan investasi awal sekitar Rp600 miliar, untuk menangani sampah yang telah lama tertimbun.(*)

Tinggalkan Balasan