RUJUKANMEDIA.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya, mencatat ada sebanyak 913 pendaftar PPDB SMP Negeri di wilayahnya yang terindikasi bermasalah atau mendaftar masuk sekolah menggunakan data kependudukan palsu.
Jumlah tersebut, kata dia, didapatkan setelah pihaknya melalui tim khusus yang dibentuk, melakukan pengawasan dan pemeriksaan mendalam pada proses PPDB.
“Jadi saya meminta laporan dari tim verifikasi PPDB, yang dipimpin oleh Pak Irwan (Asisten Pemerintahan), dilaporkan bahwa ada 913 pendaftar yang memiliki indikasi bermasalah,” kata Bima Arya saat memberikan keterangan persnya, Minggu 9 Juli 2023.
Dari 913 pendaftar tersebut, sudah 763 orang di antaranya dilakukan verifikasi faktual.
“Saat ini sudah dilakukan verifikasi faktual di lapangan sejumlah 763 orang, jadi masih ada sekitar 150 lagi yang masih on progress,” jelas Bima.
Baca Juga : Temukan Indikasi Kecurangan PPDB, Wali Kota Bogor Ingin Sistem Zonasi Dihapus
Dia pun meminta kepada masyarakat untuk terus menyampaikan seluruh hal jika ditemukan masalah pada proses PPDB.
“Kami membuka kesempatan dari warga untuk memberikan masukan. Dan nanti apabila kemudian (peserta PPDB curang) lolos menjadi siswa siswi diterima, maka nama-nama yang dicurigai bermasalah akan ditindaklanjuti oleh tim, untuk kemudian sangat mungkin didiskualifikasi sesuai dengan kewenangan kami untuk tingkat SMP,” tegasnya.
Sebelumnya, Bima Arya melakukan langkah tegas atas adanya dugaan kecurangan pada PPDB di Kota Bogor dengan mengundur pengumuman penerimaan peserta didik baru.(*)






