RUJUKANMEDIA.COM – Diabetes atau penyakit gula (gula darah tinggi) adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang perlu kamu waspadai. Adapun tanda utama dari penyakit ini adalah meningkatnya kadar gula darah (glukosa) melebihi nilai normal. Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.
Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi serius, menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh. Contohnya organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jika dijabarkan, berikut adalah penjelasan mengenai keduanya, yaitu:
– Diabetes tipe 1: jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali.
– Diabetes tipe 2: Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal.
Dikutip dari situs www.alodokter.com
Berikut ini adalah beberapa jenis obat herbal diabetes
1. Kunyit
Khasiat kunyit sebagai obat herbal telah dikenal secara turun-menurun. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa senyawa aktif pada kunyit, seperti kurkumin, dapat mencegah sekaligus mengobati diabetes, khususnya diabetes tipe 2.
Ekstrak kunyit diketahui dapat mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi diabetes, misalnya gangguan pada mata, saraf, dan ginjal.
Namun, penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi kunyit secukupnya, jangan berlebihan hingga di atas 4 gram per hari. Jika dikonsumsi berlebihan, kunyit bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti mual, muntah, atau diare.
2. Ginseng
Selain kunyit, ginseng juga bisa menjadi obat herbal diabetes yang aman dan efektif. Ekstrak ginseng Amerika dan Asia telah dikonsumsi sejak ribuan tahun silam untuk menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan fungsi insulin.
Meski umumnya aman, konsumsi ginseng bisa menimbulkan interaksi pada beberapa obat diabetes, khususnya terapi insulin. Jadi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Pada beberapa orang, ginseng bisa menyebabkan efek samping, seperti sulit tidur, kecemasan, diare, dan sakit kepala. Perlu Anda ketahui pula bahwa konsumsi ginseng biasanya tidak boleh lebih dari 3 gram per hari.
3. Lidah buaya
Selain untuk perawatan luka, jus lidah buaya bisa dikonsumsi sebagai obat herbal diabetes.
Penelitian menunjukkan bahwa jus lidah buaya bisa menurunkan gula darah sekaligus mengurangi lemak dalam tubuh. Selan itu, karena kandungan beberapa senyawa di dalamnya, konsumsi jus lidah buaya bisa mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan luka diabetes.
Namun, jika Anda sudah mengonsumsi obat resep diabetes, minum jus lidah buaya bisa membuat gula darah turun dengan cepat sehingga berisiko menyebabkan hipoglikemia. Oleh karena itu, tanyakan ke dokter terlebih dahulu bila ingin rutin mengonsumsinya.
4. Pare
Pare memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk menurunkan gula darah. Pare telah dijadikan sebagai pengobatan alternatif diabetes yang ampuh.
Berbagai studi mengatakan bahwa konsumsi pare bisa membuat tubuh menggunakan insulin lebih efisien. Pare juga dapat mencegah peningkatan kadar gula dalam darah.
Namun, sebaiknya hindari konsumsi pare dalam jangka waktu lama. Sayuran ini juga bisa membuat kadar gula turun terlalu rendah apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes.
5. Kayu manis
Beberapa penelitian menyatakan bahwa kayu manis memiliki efek seperti insulin dalam tubuh. Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa kayu manis dapat mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Namun, manfaat kayu manis ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
Kesimpulannya, obat herbal diabetes dipercaya bisa membantu mengontrol gula darah. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan obat herbal tidak bertujuan untuk menggantikan obat medis dan penggunaannya pun hingga saat ini masih memerlukan studi lebih mendalam.







