Kenali Yuk Masa Subur Pada Wanita

RUJUKANMEDIA.COM – Masa subur adalah waktu selama siklus menstruasi saat seorang wanita memiliki kemungkinan besar untuk hamil. Umumnya masa subur terjadi pada lima hari menjelang ovulasi, hari ovulasi, dan hari setelah ovulasi. Menghitung masa subur juga bisa dilakukan dengan bantuan kalkulator masa subur.

Menghitung masa subur setiap bulan dapat membantumu menargetkan waktu yang optimal untuk berhubungan intim. Terutama jika kamu dan pasangan sedang mencoba program hamil.

Dikutip dari halaman www.halodoc.com inilah Cara Menghitung Masa Subur pada Wanita

Mengetahui kapan tubuh berovulasi merupakan cara utama untuk melacak masa subur dan menentukan waktu terbaik untuk hamil. Ada beberapa metode untuk menghitung masa subur, yaitu:

1. Metode kalkulator masa subur

Kalkulator masa subur merupakan salah satu cara untuk melacak panjang siklus menstruasi. Metode ini dapat memperkirakan kapan kamu akan berovulasi dengan menghitung muncul 14 hari dari hari perkirakan menstruasi berikutnya. Apabila siklus menstruasi 28 hari, maka periode berikutnya harus dimulai 28 hari dari hari pertama menstruasi terakhir.

Perlu kamu pahami, masa subur mencakup hari ovulasi dan lima hari sebelumnya. Namun, kamu lebih mungkin untuk hamil selama tiga hari terakhir dari jangka waktu tersebut. Sebenarnya saat ini sudah banyak fitur-fitur aplikasi sebagai kalkulator masa subur. Jika menghitungnya secara konvensional, berikut ini rumus yang dapat digunakan:

– Ketahui siklus menstruasi terpendek kamu, misalnya, 27 hari. Kurangi angka tersebut dengan 18. Hasilnya adalah 9 hari. Nah, angka ini adalah hari pertama masa subur kamu.

– Ketahui siklus terpanjang kamu, misalnya, 30 hari. Kurangi angka tersebut dengan 11. Hasilnya adalah 19 hari. Nah, angka ini adalah hari terakhir masa subur kamu.

Sebagai contoh agar kamu lebih paham tentang cara yang paling tepat untuk menghitung masa subur pada wanita

– Jika siklus menstruasi rata-rata kamu adalah 28 hari, maka ovulasi dapat terjadi sekitar hari ke-14 dan hari-hari paling subur adalah hari ke-12, 13, dan 14.

– Jika siklus menstruasi rata-rata adalah 35 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-21 dan hari-hari paling subur adalah hari ke-19, 20, dan 21.

– Jika siklus menstruasi yang terjadi lebih pendek, sebagai contoh 21 hari, maka ovulasi dapat terjadi sekitar hari ke-7 dan hari paling subur adalah hari ke-5, 6, dan 7.

Beberapa wanita memiliki siklus yang sangat tidak teratur atau merasa sulit untuk menghitung panjang siklus rata-rata pada dirinya. Hal ini dapat menyulitkan untuk berolahraga saat ovulasi terjadi.

Jika terlalu sulit untuk menghitung masa subur wanita, cobalah untuk berhubungan intim setiap 2–3 hari agar peluang untuk hamil lebih tinggi.

2. Mengenali tanda-tanda masa subur wanita

Untuk memperkuat perkiraan masa subur, kamu juga bisa mengamati tanda-tanda masa subur wanita berikut ini:

– Meningkatnya suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat kamu bangun di pagi hari. Normalnya, suhu basal tubuh adalah 35,5–36,6 derajat Celsius. Namun, suhu tersebut akan meningkat ketika kamu sedang dalam masa ovulasi.

– Nyeri akibat ovulasi

Satu dari lima wanita mengalami nyeri yang berhubungan dengan terjadinya ovulasi pada tubuh. Rasa sakit ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah masa subur pada wanita. Gejala ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tajam dan kram. Meski begitu, gangguan ini jarang menimbulkan rasa sakit yang parah.

– Perubahan pada air liur

Air liur wanita dapat berubah sesuai dengan jumlah hormon estrogen yang ada di dalam tubuhnya. Selama siklus bulanan wanita, ada peningkatan besar dalam estrogen dalam beberapa hari sebelum masa subur tiba dan kenaikan kecil beberapa hari sebelum waktunya tiba.

– Muncul lendir serviks

Selama siklus menstruasi wanita, jenis dan jumlah lendir serviks dapat berubah. Lendir ini merupakan sekresi yang dibuat oleh kelenjar di leher rahim. Pada masa subur, lendir serviks atau lendir yang ada di mulut rahim berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah.

Namun, cairan yang dihasilkan juga dapat lengket, putih, atau bahkan keruh. Lendir ini berguna untuk mendukung sperma agar dapat mencapai sel telur.

– Merasa bergairah

Ketika sedang dalam masa subur, kamu akan merasa dirimu menarik dan lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim. Kamu pun juga terlihat menarik di mata pasangan, karena tubuh secara alami akan mengeluarkan wangi yang berbeda dari biasanya.

– Nyeri payudara

Tanda ini merupakan dampak dari perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh sebelum dan sesudah masa ovulasi.

Itulah beberapa cara untuk mengetahui masa subur wanita. Jika merasa ada gangguan terkait kesuburan, kamu bisa melakukan hal-hal yang sudah dijelaskan ya.

Tinggalkan Balasan