RUJUKANMEDIA.com – Lima siswa SMK Muhammadiyah 2 Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban kekerasan oknum guru di sekolahnya.
Kabar tersebut pertama kali mencuat di media sosial. Dalam video berdurasi 15 detik yang beredar, menampilkan lima siswa tengah dihukum oleh seorang oknum guru yang diketahui berinisial SY, dengan melakukan penamparan.
Oknum guru SY menanggapi hal itu. Dia membenarkan bahwa dugaan kekerasan itu terjadi.
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi di dalam masjid sekolahnya pada Kamis 5 Oktober 2023, tepatnya saat shalat zuhur.
“Ya, itu saya. Kurang lebih ada 4-5 orang dan kejadiannya itu di masjid, pas salat zuhur, pada hari Kamis kemarin,” katanya kepada wartawan, Minggu 8 Oktober 2023.
Namun, dia menegaskan bahwa aksi tersebut bukan lah sebuah kekerasan atau sengaja dilakukan melakukan sedikit pendidikan terhadap siswa.
Sebab pada saat itu, lanjutnya, siswa tersebut melakukan aksi yang kurang baik di dalam masjid, bercanda dengan teman-temannya di saat shalat zuhur.
“Sebenarnya itu bukan pemukulan (penamparan) tetapi hanya sedikit pendidikan terhadap anak karena pada waktu itu kondisi anak-anak sedang shalat, mereka bercanda dan tendang-tendangan bahkan dorong dorongan,” jelasnya.
Baca Juga : Polisi dan TNI Canangkan Program Sekolah Anak Cegah Kekerasan Seksual
Maka dari itu, SY pun sontak memberikan peringatan kepada sekitar lima siswa tersebut melalui peraturan yang telah ditetapkan oleh SMK Muhammadiyah 2 untuk mendidik kepada para peserta didiknya
“Peraturan ini sudah ditetapkan dan kami untuk masalah solat ini tidak boleh di main-mainkan karena melecehkan agama serta mengingatkan mereka supaya tidak melakukan hal yang sama,” jelasnya
SY juga menepis adanya tudingan kekerasan terhadap anak usai aksi penamparannya tersebut viral di sosial media.
“Artinya kita harus memahami terlebih dahulu, tabayyun dulu. Karena sesuatu yang tidak dilakukan tabayyun terlebih dahulu maka hasilnya akan menjadi fitnah dengan melakukan tabayyun, insyaallah kita mencoba mendidik anak menjadi lebih baik lagi,” jelasnya. (*)







