RUJUKAMEDIA.com – Segerombolan oknum anggota Ormas melakukan ancaman terhadap petugas Puskesmas Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Ancaman tersebut pun viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 31 detik tersebut, para oknum anggota Ormas terlihat menggeruduk Puskesmas Leuwisadeng setelah salah satu di antara mereka merasa tak mendapatkan perawatan dari puskesmas.
Dalam kekesalannya, oknum tersebut melontarkan kata-kata kasar dan ancaman. Bahkan beberapa dari mereka terlihat membawa senjata tajam jenis golok yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
“Aing hayang cageur di dieu m*onyet sia lain dijedogken dindie (Saya ingin sembuh di sini, bukan dibiarkan). Dibeulah sia ku aing (Dibelah kamu sama saya),” kata salah satu anggota Ormas dengan nada tegas.
Menyikapi insiden tersebut, Kepala Puskesmas Leuwisadeng, Farida Indriawati, menjelaskan bahwa kejadian itu berawal dari pelayanan rutin kepada pasien sesuai prosedur yang berlaku.
“Pagi itu, pasien datang dan menjalani pemeriksaan oleh petugas sesuai SOP yang telah ditetapkan,” ungkap Farida.
Namun, setelah pemeriksaan, pasien meninggalkan puskesmas sebelum hasil laboratorium keluar.
Beberapa saat kemudian, pasien kembali ke puskesmas dengan beberapa temannya dari salah satu Ormas, sambil membawa senjata tajam jenis golok di pinggangnya.
“Setelah diperiksa, pasien diminta menunggu hasil lab. Namun, dia tidak bersedia menunggu dan meninggalkan puskesmas. Kemudian, kembali dengan Ormas dan mengancam,” tambahnya.
Insiden ini memicu kekacauan di area puskesmas, dan pihak terkait sedang berkoordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya mengingat perilaku tersebut dapat dianggap sebagai tindakan kriminal yang serius.
“Kami sedang berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. Situasinya cukup serius dan memerlukan penanganan yang tepat,” jelas Farida.(*)






