RUJUKANMEDIA.com – Syaikh Ahmad al-Marzuki adalah figur ulama besar yang tidak hanya terkenal karena keilmuannya, tetapi juga karena ketulusan hati dan karamah yang menyertainya. Karyanya, “Aqidatul Awwam,” terus menjadi warisan yang berharga bagi umat Islam, menjadi bukti abadi dari dedikasi dan pengabdian beliau dalam menyebarkan dan memajukan pendidikan Islam.
Syaikh Ahmad al-Marzuki, lahir di Sanbat, Mesir, pada tahun 1205 M. Masa kecil dan remajanya dihabiskan untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an, serta mempelajari qiraat sepuluh kepada ulama-ulama terkenal pada masanya. Selain itu, ia juga mendalami berbagai ilmu pengetahuan lainnya, menandai awal perjalanan intelektual dan spiritualnya.
Pengabdian Syaikh Ahmad al-Marzuki
Saat mencapai usia dewasa, Syaikh Ahmad al-Marzuki diangkat menjadi mufti di Mekkah, menggantikan saudaranya, Sa’id Muhammad, yang wafat pada tahun 1261 M. Di Mekkah, Syaikh Ahmad mengajar Al-Qur’an, tafsir, dan fiqih di Masjidil Haram, memberikan kontribusi besar dalam pengembangan dan penyebaran ilmu agama di wilayah tersebut.
Karya-karya Syaikh Ahmad al-Marzuki
Syaikh Ahmad al-Marzuki dikenal tidak hanya karena kealimannya, tetapi juga produktivitasnya dalam menghasilkan karya tulis. Kitab “Aqidatul Awwam” adalah salah satu karya terkenalnya yang menjelaskan dasar-dasar akidah Islam dalam bentuk syair. Kitab ini masih dipelajari oleh umat Islam hingga saat ini, dengan banyak ulama yang menulis syarah (penjelasan) atas kitab tersebut. Beberapa di antaranya adalah:
Nurul Dzolam Al-Mantuhah Aqidatul Awwam oleh Syekh Nawawi al-Bantani
Tashilul Marram Lidariisi Aqidatul Awwam oleh Ahmad al-Qotoani
Jala’ul Afham Syarah Aqidatul Awwam yang dikarang oleh Syekh Muhammad Ihya’ al-Mujahidin asal Malang, Indonesia
Menariknya, Syaikh Ahmad al-Marzuki sendiri juga menulis syarah atas kitabnya ini, yaitu Tashilul Naylul Marram fi Bayan Mandumah Aqidatul Awwam.
Karamah Kitab Aqidatul Awwam
Di balik popularitas Kitab “Aqidatul Awwam,” terdapat kisah menarik yang penuh dengan karamah dan menunjukkan kemuliaan hati Syaikh Ahmad al-Marjuki. Beliau dikaruniai mimpi luar biasa di mana beliau bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam mimpinya. Pertemuan ini menjadi inspirasi dan sumber ilmu bagi penyusunan Kitab “Aqidatul Awwam.”
Kisah ini diceritakan secara detail dalam kitab “Jala’ul Afham,” sebuah syarah (penjelasan) atas “Aqidatul Awwam.” Para ulama mengutip cerita menakjubkan ini sebagai bukti karamah dan kemuliaan Syaikh Ahmad al-Marzuki.
Menurut riwayat, dalam mimpinya, Syaikh Ahmad al-Marzuki melihat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berdiri mengelilinginya. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan beliau untuk membaca syair tentang tauhid, dengan menjanjikan pahala surga dan tercapainya segala keinginan yang baik bagi yang membacanya dan menghafalnya.
Syaikh Ahmad al-Marjuki pun bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana syair tersebut, dan Rasulullah SAW kemudian membacakan bait-bait syair tersebut. Syaikh Ahmad al-Marjuki langsung menghafalnya ketika terbangun dari mimpi.
Dari kejadian ini, terlihat bahwa apa yang dihafalkan Syaikh Ahmad al-Marzuki dalam mimpinya bukan hanya masuk ke otaknya, tetapi juga meresap ke dalam hatinya. Hal ini menunjukkan kemuliaan hati dan kejernihan jiwanya.
Wafatnya Syaikh Ahmad al-Marzuki
Syaikh Ahmad al-Marjuki wafat di Mekkah pada tahun 1262 H dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la. Namun, pendapat lain juga menyebutkan bahwa tahun wafatnya adalah 1281 M. Selain itu, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa beliau adalah seorang yang buta, menunjukkan bahwa Syaikh Ahmad al-Marjuki mungkin hidup hingga usia lanjut dan mengalami kebutaan di hari-hari terakhirnya.







