Pada masa hidupnya, beliau sangat taat kepada Allah SWT sampai para malaikat pun terkagum-kagum atas ketakwaannya. Karena ia tidak pernah mengenal waktu dalam beribadah, baik siang, pagi, maupun malam, ia hanya fokus beribadah kepada Allah. Beliau juga memiliki murid kurang lebih 60.000 orang yang sangat banyak.
Karena ketaatannya, Iblis pun mulai menguji iman Syaikh Barshisha. Iblis mengumpulkan teman-temannya. Salah satu ketua Iblis itu bertanya kepada teman-temannya, “Wahai teman-temanku, apakah kalian kenal dengan seorang ulama yang sangat rajin ibadahnya bernama Syaikh Barshisha?” Lalu salah satu dari mereka menjawab, “Ya, aku kenal. Ia adalah seorang yang tak pernah meninggalkan ibadah dan sangat takwa sekali.”
Lalu ketua Iblis itu berkata lagi kepada teman-temannya, “Hai teman-temanku, apakah di sini ada yang sanggup menggoyahkan ketaatan Syaikh Barshisha?” Lalu salah satu anak buah Iblis menjawab, “Wahai tuanku, aku sanggup untuk menggoyahkan keimanan Syaikh Barshisha. Saya sudah sangat berpengalaman dalam menggoda para nabi dan rasul. Syaikh Barshisha mah kecil.”
Setelah itu, anak buah Iblis pergi mendatangi Syaikh Barshisha ke tempat biasanya ia beribadah. Iblis ini menyamar sebagai seorang pemuda ahli ibadah. Setibanya di sana, Iblis memberi salam, “Assalamualaikum.” Lalu dijawab oleh Syaikh Barshisha, “Waalaikumsalam.” Syaikh Barshisha bertanya kepada Iblis tersebut, “Wahai pemuda, ada perlu apa kamu ke sini?” Lalu Iblis itu menjawab, “Wahai Syaikh, perkenalkan, saya adalah seorang musafir yang ahli ibadah. Saya memohon izin untuk beribadah di tempat ini untuk menemani Anda beribadah.”
Syaikh Barshisha menjawab, “Jika tujuanmu untuk beribadah, silakan. Tempat ini sangat terbuka untuk siapapun.” Iblis itupun menjawab, “Terima kasih, Syaikh. Saya akan menemani Anda setiap waktu saat Anda beribadah.” Lalu Iblis ini berpura-pura beribadah dan menyaingi Syaikh Barshisha. Selama beberapa hari, Iblis beribadah tanpa henti, dan tanpa disadari, Syaikh Barshisha memperhatikan Iblis itu karena merasa kagum. “Kok bisa ya seorang selalu beribadah tanpa istirahat, hebat sekali.”
Lalu Syaikh Barshisha mencoba untuk berdialog dengan Iblis yang ia kira adalah seorang pemuda ahli ibadah, dan bertanya, “Wahai pemuda, maafkan saya meminta waktu sebentar. Saya ingin bertanya, kok kamu selalu beribadah dan tak pernah istirahat, makan, dan minum? Kamu sangat luar biasa sekali. Saya beribadah selama 220 tahun di majelis ini, ada waktunya untuk beribadah. Saat saya lapar, saya akan makan. Saat saya lelah, saya akan istirahat. Lalu kok kamu bisa tidak pernah berhenti beribadah?”
Lalu si Iblis menjawab kepada Syaikh Barshisha, “Wahai Syaikh, saya pernah berbuat dosa. Ketika saya ingat dosa itu, nafsu makan saya hilang, nafsu minum saya hilang. Sehingga saat saya ingat dosa tersebut, saya jadi takut kepada Allah, wahai Syaikh, dan saya selalu ingin beribadah karena saya tidak ingin melakukan dosa itu lagi kepada Allah. Bahkan saat aku ingat dosa itu, aku tidak bisa tidur.”
Lalu Syaikh Barshisha berkata, “Wah sangat luar biasa sekali. Saya ingin seperti itu, bagaimana caranya wahai pemuda?” Lalu Iblis itu menjawab, “Jika kau ingin beribadah seperti saya, kau harus berbuat dosa terlebih dahulu, Syaikh Barshisha. Lalu ketika kau berbuat dosa, kamu bertobat, sehingga ketika kamu ingat dosa tersebut, kamu terpacu untuk selalu beribadah kepada Allah.”
Lalu Syaikh bertanya kepada Iblis, “Kira-kira dosa apa yang menurut kamu, jika saya berbuat dosa saya selalu terpacu untuk selalu beribadah?” Lalu Iblis itu menjawab, “Apa saja wahai Syaikh. Bagaimana jika berzina?” Lalu Syaikh Barshisha menjawab, “Jangan berzina, jika berzina itu akan merugikan orang lain.” Lalu si Iblis menyarankan lagi, “Bagaimana jika membunuh orang saja?” Syaikh menjawab, “Wah, bunuh orang lagiā¦.!, zina saja saya tidak berani, apalagi membunuh orang. Tidak mau ah, itu sama saja menghilangkan nyawa seseorang. Itu sangat berat untuk saya.”
“Kira-kira apa ya, dosa yang kecil tapi saya bisa beribadah untuk lebih baik lagi?” Lalu Iblis menjawab, “Oke, jika kamu tidak mau berzina atau pun membunuh orang, bagaimana jika meminum minuman keras wahai Syaikh?” Lalu Syaikh Barshisha menjawab, “Bagaimana ya? Saya selama 220 tahun ini tidak pernah sekali mabuk.”
“Nah itu maksudnya,” si Iblis menjawab, “Makanya, sudah, kamu meminum-minuman keras saja maka kamu akan terangsang untuk selalu beribadahdan kamu bisa bertobat kepada Allah SWT.”
Lalu dipikirkanlah oleh Syaikh Barshisha, “Hmm, meminum khamar ya? Jika saya meminum khamar, saya hanya merugikan diri saya sendiri, tidak merugikan orang lain.” Lalu Syaikh Barshisha menjawab, “Baiklah, saya akan melakukannya. Lalu di mana saya bisa menemukan minuman tersebut?” Lalu si Iblis menjawab, “Kau pergilah ke suatu desa. Di sana ada seorang wanita yang setiap harinya menjual minuman khamar. Lalu kau minum di sana dan kau bisa bertobat.”
Lalu Syaikh Barshisha pergi ke desa tersebut. Si Iblis pun sangat senang sekali sehingga ia tertawa terbahak-bahak, “Ah, dasar Barshisha, kena juga kamu!” Sesampainya Syaikh Barshisha di sana, ia membeli lalu meminumnya. Lalu Syaikh Barshisha mabuk, akal sehatnya pun hilang sehingga ia tidak sadar sepenuhnya. Perempuan yang dagang ia perkosa dan ia bunuh dengan pedang karena ia meminum khamar. Jadi, dua dosa yang ia takutkan ia lakukan semuanya, dan syaikh barshisha melakukan ketiga dosa tersebut.







