RUJUKANMEDIA.com – Ratusan santri menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kampung Lebak Pasar, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Mereka menduga tempat tersebut dijadikan sebagai lokasi prostitusi.
Kapolsek Citeureup, Kompol Viktor G Hamonangan membenarkan hal tersebut. Namun, tidak ada pihak yang diamankan pada penggerebekan tersebut.
“Diseruduk warga (santri), tapi tidak ada tangkap tangan (tak ada bukti) diduga saja prostitusi di situ (kontrakan),” ungkap Viktor dalam keterangannya, Minggu 4 Agustus 2024.
Baca Juga : Tempat Prostitusi di Klapanunggal Bogor Diratakan
Viktor mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan ke TKP pasca penggerebekan tersebut dan tidak menemukan bukti adanya tindakan prostitusi.
“Mereka (penghuni kontrakan) tidak mengaku, kami ngontrak, dan tidak ada alat bukti yang bisa, makanya tak ada tangkap tangan, kecuali ada laki-laki didalamnya kita gerebek,” tegasnya.
Baca Juga : Satpol PP Amankan 18 PSK MiChat di Rumah Kos Sukaraja
Setelah penggerebekan, selanjutnya dilakukan pertemuan darurat antara pemilik kontrakan, tokoh lingkungan, tokoh agama setempat dan anggota Babinkamtibmas Desa Citeureup.
“Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pemilik kontrakan harus lebih selektif dalam menerima penyewa, dan harus dilaporkan ke RT setempat untuk mencegah kejadian serupa,” paparnya.
Viktor menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan bahwa kontrakan tersebut digunakan tidak melanggar hukum atau norma agama.
“Kami juga terus lakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas prostitusi online di kontrakan,” pungkas Viktor.(*)





