Pengertian Sunnah Menurut Ilmu Ushul Fiqh Karya Abdul Wahab Khalaf

RUJUKANMEDIA.com – Sobat rujukan media tau nggak sih, dalam ilmu Ushul Fiqh, sumber hukum Islam itu bukan cuma Al-Quran aja loh. ada juga yang namanya ijma’, qiyas, dan hadits. Nah, kali ini kita mau bahas tentang hadits. Apa sih itu hadits?
Ada yang tahu nggak? Mungkin banyak yang bilang kalau hadits itu cuma perkataan Rasulullah. Tapi, beneran cuma perkataan aja atau ada yang lain?

Yuk, kita simak penjelasannya. Dalam kitab “Ilmu Ushul Fiqh” karya Abdul Wahab Khalaf, dijelaskan pengertian hadits menurut syariat atau terminologi adalah :

تعريفها: السنة في الاصطلاح الشرعي: هي ما صدر عن رسول الله ﷺ من قول، أو فعل، أو تقرير

Hadist atau sunnah secara syariat adalah segala yang berasal dari rasulullah saw baik perkataan, perbuatan, atau persetujuan
Jadi, hadits itu nggak cuma perkataan Rasulullah aja, tapi juga perbuatan, persetujuan beliau terhadap sesuatu, dan sifat-sifatnya.

Setelah kita bahas pengertian hadits secara terminologi atau syariat, ternyata di dalam kitab “Ilmu Ushul Fiqh” karya Abdul Wahab Khalaf, dijelaskan lebih lengkap lagi loh. Jadi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hadits itu nggak cuma perkataan Rasulullah aja, tapi juga mencakup perbuatan dan persetujuan rasul. Nah, di sini juga dijelaskan definisi-definisi ini secara lebih detail. Yuk, kita simak!

Sunnah qauli (perkataan) 

فَالسُّنَنُ الْقَوْلِيَّةُ هِيَ أَحَادِيثُهُ الَّتِي قَالَهَا فِي مُخْتَلِفِ الأَغْرَاضِ وَالْمُنَاسَبَاتِ.

Artinya: Sunnah qauli (perkataan) adalah hadis-hadis yang diucapkan Rasulullah ﷺ dalam berbagai keperluan dan kesempatan.

Yang dimaksud dengan “berbagai keperluan dan kesempatan” adalah segala perkataan Rasulullah ﷺ dalam berbagai aspek hukum Islam, seperti perintah, larangan, dan tata cara ibadah

Sunnah fi’liyah (perbuatan)

وَالسُّنَنُ الْفِعْلِيَّةُ: هِيَ أَفْعَالُهُ، مِثْلُ أَدَائِهِ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ بِهَيْئَاتِهَا وَأَرْكَانِهَا، وَأَدَائِهِ مَنَاسِكِ الْحَجِّ، وَقَضَائِهِ بِشَاهِدٍ وَاحِدٍ وَيَمِينِ الْمُدَّعِيِ.

Artinya: Sunnah fi’liyah adalah tindakan Rasulullah ﷺ, seperti pelaksanaan shalat dengan tata cara dan rukunnya, pelaksanaan manasik haji, serta keputusan Rasulullah ﷺ dengan satu saksi dan sumpah penggugat.

 

Sunnah Taqriri (Persetujuan)

سُنَّةُ التَّقْرِيرِيَّةِ (التَّصْدِيقِ) هي كلُّ ما أَقَرَّهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ مِنْ أَفْعَالٍ أَوْ أَقْوَالٍ، بِصَمْتِهِ أَوْ لَمْ يُنْكِرْهُ، أَوْ بِإِبْلَاغِهِ لِلتَّوْفِيقِ وَالإِرَادَةِ. فَمَا كَانَ هَكَذَا يُعْتَبَرُ كَإِقْرَارٍ مِنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ

Artinya : Sunnah taqririyah (persetujuan) adalah segala yang diakui Rasulullah ﷺ dari perbuatan atau ucapan dengan diam atau tidak mengingkarinya, atau dengan menyatakan persetujuannya dan menunjukkan kesukaannya. Maka hal itu dianggap sebagai persetujuan dari Rasulullah ﷺ sendiri.

 

Sobat Rujukan Media, dari pembahasan ini kita bisa tahu kalau rujukan hukum dalam Islam nggak cuma dari Al-Quran saja. Ada banyak sumber lain, salah satunya adalah hadits. Dengan memahami tiga jenis hadits perkataan, perbuatan, dan persetujuan kita bisa lebih mengerti bagaimana hukum-hukum Islam ditetapkan dan diterapkan.
Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan