RUJUKANMEDIA.COM – Beberapa tahun belakangan ini minuman es teh menjadi sangat populer. Kita bisa menemukan di berbagai gerai penjualnya dengan mudah. Dengan harga murah, es teh memberikan rasa yang segar, tidak heran jika minuman ini menjadi favorit sejuta umat.
Dikutip dari berbagai sumber, inilah Sejarah singkat tentang terciptanya Es Teh di Dunia.
Es teh pertama kali populer di wilayah Amerika Serikat bagian selatan. Minuman ini mulai menarik perhatian luas pada tahun 1904 di ajang World’s Fair di St. Louis. Saat itu, Richard Blechynden, yang kemudian dikenal sebagai penemu es teh, mencampurkan es ke dalam sampel teh panasnya karena cuaca yang sangat panas. Sejak hari itu, es teh menjadi favorit pengunjung dan langsung mendapatkan tempat dalam budaya minuman Amerika.
Seiring waktu, es teh berkembang dari sajian sederhana menjadi industri yang kompleks dan inovatif. Awalnya, es teh massal hanya menggunakan bahan berkualitas rendah seperti fannings dan dust. Namun, tren premium mulai muncul dengan penggunaan teh berkualitas tinggi seperti Black Orange Pekoe (BOP), fannings, hingga daun teh utuh (full leaf). Perusahaan teh khusus kini mampu menawarkan varian premium yang diminati restoran dan pengecer dengan harga lebih tinggi.
Ada Metode Pembuatan Es Teh dan Pengembangan Produk
Secara tradisional, es teh dibuat dengan mengekstraksi zat padat dari daun teh menggunakan air panas, lalu menambahkan perasa seperti gula, lemon, atau buah. Namun, metode ini dianggap memakan waktu.
Alternatif modern seperti teknologi cold soluble tea memungkinkan produksi yang lebih cepat. Misalnya, daun teh dimaserasi dan diekstraksi menggunakan air dingin diikuti ekstraksi air panas untuk mendapatkan warna dan rasa yang lebih baik. Kombinasi ekstrak dingin dan panas kemudian dikeringkan menggunakan metode freeze-drying atau spray-drying untuk menghasilkan bubuk teh larut dingin yang praktis.
Selain itu, inovasi paten, seperti sistem penyajian teh manis siap minum, memungkinkan es teh segar dengan kadar pemanis yang terkontrol dapat disajikan di restoran cepat saji. Teknologi ini menjaga sirkulasi teh dan pemanis pada kondisi dingin hingga siap disajikan, memastikan kualitas tetap terjaga.
Beberapa Inovasi Teknologi dalam Produksi Es Teh
Kemajuan teknologi juga memainkan peran penting dalam produksi es teh modern. Berbagai metode inovatif telah dikembangkan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan efisiensi maksimal.
Salah satunya adalah penggunaan alat otomatis untuk mencampur konsentrat teh, air, dan bahan tambahan lainnya dengan konsentrasi yang telah diatur menggunakan pengukur aliran dan sistem pengendalian logika (process logic controllers). Proses ini memastikan konsistensi rasa pada setiap produk.
Proses pasteurisasi kilat menjadi langkah penting untuk menjaga cita rasa dan aroma es teh. Melalui sistem tetra-pack, pasteurisasi dilakukan hanya dalam waktu 30 detik untuk menghindari kerusakan pada karakteristik rasa. Produk juga mengalami proses deaerasi untuk menghilangkan udara, yang dapat mempercepat oksidasi dan memengaruhi kualitas minuman. Teknologi seperti perangkap aroma membantu mempertahankan rasa teh secara optimal hingga ke tangan konsumen.
Dengan Popularitas Es Teh di Dunia sekarang
Swedia menjadi negara dengan konsumsi es teh tertinggi di dunia, mencapai 39 liter per kapita per tahun, jauh melampaui rata-rata Eropa yang hanya sekitar 6 liter. Popularitas es teh global terus meningkat, tidak hanya sebagai minuman musim panas, tetapi juga sebagai simbol inovasi di industri minuman.
Berbagai merek kini menawarkan pilihan yang lebih sehat, seperti virgin iced tea yang menggunakan fruktosa sebagai pengganti gula, menjadikannya alternatif bagi penderita diabetes. Menariknya, varian rasa seperti peach dan lemon tetap menjadi favorit konsumen.
Sekarang Popularitas Es Teh di Indonesia
Teh di Indonesia awalnya dikenal sebagai minuman eksklusif yang hanya disajikan di kalangan kerajaan. Tradisi ini terlihat pada kebiasaan Pakubuwono X dari Kesultanan Surakarta Hadiningrat, yang selalu menyuguhkan teh hangat sebagai tanda kehormatan, termasuk saat menyambut raja Thailand. Namun, seiring waktu, teh mulai menyebar keluar dari istana, terutama melalui warga dan komunitas sekitar yang terinspirasi oleh tradisi tersebut.
Penyebaran teh semakin meluas dengan hadirnya angkringan, tempat berkumpul masyarakat yang memperkenalkan racikan teh bercita rasa khas. Gaya minum teh di angkringan memiliki ciri khas dengan berbagai kreasi tambahan bahan alami seperti cengkeh, jahe, gula, hingga bunga telang dan bunga sepatu. Racikan ini menciptakan cita rasa unik yang merakyat, menjadikan teh bagian tak terpisahkan dari budaya minum masyarakat.
Salah satu racikan teh yang paling dikenal adalah wasgitel, singkatan dari wangi, sepet, legi, dan kentel. Racikan ini dianggap paling pas di lidah orang Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Tengah. Filosofi wasgitel kemudian menginspirasi para pengusaha untuk menjadikan es teh khas Indonesia sebagai peluang bisnis.
Tren es teh kekinian mulai merebak dengan munculnya gerai-gerai besar maupun kecil yang membawa konsep sederhana tetapi autentik. Popularitasnya semakin melejit dengan hadirnya berbagai merek lokal yang menawarkan es teh manis khas Solo dengan harga terjangkau. Franchise es teh kini mudah ditemukan di berbagai sudut jalan, menjadi pilihan favorit masyarakat yang mencari minuman segar dan ekonomis. Kamus udah coba merek apa aja nih Es tehnya? Jangan lupa komen ya!!







