RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, masih menunggu kelanjutan pengoperasian bus rute Cibinong-Puncak dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang rencananya dioperasikan pada Februari mendatang.
Penjabat (Pj) Bupati Bogor Bachril Bakri mengaku sampai saat ini belum mendapatkan informasi dari Kemenhub mengenai kepastian Program buy the service atau BTS tersebut.
“Kami belum dapat kabar lagi. Belum ada pembahasan dengan saya, nanti kita akan diskusi,” kata Bachril kepada wartawan belum lama ini.
Baca Juga : Jangan Sampai Bus Cibinong-Puncak Seperti Biskita Kota Bogor
Bachril menyebutkan bahwa Pemkab Bogor menyambut baik rencana Kemenhub RI menyediakan angkutan umum massal berupa bus melalui Program BTS tersebut. Karena, dinilai menjadi solusi dalam menangani kemacetan.
“Saya menerima program ini dengan baik, tapi nanti gimana kita lihat supaya tidak punya dampak ke masyarakat, kita harapkan memang masyarakat tidak merasa keberatan dengan program ini,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Bogor Punya Waktu Sebulan Tentukan Titik Pemberhentian Bus Rute Cibinong-Puncak
Sementara, Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengungkap bahwa Pemkab Bogor saat ini tengah mencari lokasi untuk menentukan titik lokasi pemberhentian bus di kawasan Cibinong-Puncak.
“Info dari Kemenhub ada sekitar 20 unit bus yang akan melayani di rute Cibinong-Puncak. Kita sedang menentukan bus stop dulu,” ujar Ajat.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana sebelumnya menyebutkan, akan ada 20 bus rute Cibinong-Puncak yang bakal dioperasikan.
Baca Juga : Kemenhub Siapkan 20 Bus Cibinong-Puncak pada Februari 2025
Bus-bus tersebut, nantinya bisa digunakan masyarakat dengan biaya murah sekitaran Rp4 ribu.
“Nantinya masyarakat bisa ke atas (Puncak) tinggal parkir motornya di daerah Karadenan atau dimana gitu. Kemudian tinggal naik bus dengan biaya sangat murah, hanya Rp 4 ribu,” jelas.
Suntana berharap rencana itu bisa mengubah secara perlahan wajah Puncak yang terkenal dengan masalah kemacetan dan kecelakaan.
“Supaya jumlah kendaraan yang ke puncak sedikit berkurang, dan bisa mengurangi laka lantas dan kemacetan,” tandasnya. (*)







