RUJUKANMEDIA.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkap penyebab banjir di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Rudy menyebut ada pendangkalan pada Kali Cisarapati yang menjadi penyebab meluapnya air ke pemukiman warga pada bencana banjir yang terjadi Jumat lalu.
“Pendangkalan, iya, karena sedimentasi sungainya cukup tinggi,” kata Rudy kepada wartawan.
Baca Juga : Sungai Cikeas Meluap, Desa di Babakan Madang Bogor Terendam Banjir
Ia pun memerintahkan ada pengerukan sungai yang dilakukan secara kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pengembang perumahan yang berada di kawasan tersebut.
“Apalagi tanah merahnya di pinggir kali. Pada saat hujan besar, tanah akan terbawa ke sungai,” ungkap Rudy.
Baca Juga : 1.637 Warga Cileungsi Bogor Terdampak Banjir, BPBD Lakukan Evakuasi
Rudy sendiri telah melihat langsung kondisi itu pada Sabtu 1 Maret 2025 sepulang dari retreat di Magelang, Jawa Tengah.
Ia menilai bahwa normalisasi Kali Cisarapati perlu dilakukan segera menggunakan alat berat yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), termasuk milik pengembang perumahan.
“Beberapa pengembang punya beko-beko yang cukup besar, hayuk kita kerjakan bersama-sama,” tegas Rudy
Baca Juga : Sungai Meluap, Banjir di Klapanunggal Bogor Sebabkan Lalu Lintas Lumpuh
Ia menekankan kepada para pengembang agar memanfaatkan keleluasaan berinvestasi di Kabupaten Bogor sebaik-baiknya dengan tidak mengenyampingkan kenyamanan warga.
“Pengembang juga jangan tutup mata, karena kami sudah memberikan keleluasaan dalam dunia investasi memberikan beberapa keringanan, tapi jangan sampai dunia investasi berdampak pada masyarakat. Kita ingin dunia investasi berdampak positif,” kata Rudy.
Diketahui, berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, banjir lintasan dari luapan Kali Cisarapati pada Jumat 28 Februari 2025 melanda tiga kampung di Desa Cijayanti, Babakan Madang, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter yang mengakibatkan puluhan rumah warga.
Puluhan rumah terdampak banjir lintasan ada di Kampung Cicerewet sebanyak 57 unit, Kampung Cimanggurang 9 unit, dan Kampung Babakan Tengah 7 unit.
Total sebanyak 243 jiwa terdampak banjir lintasan tersebut. Di antaranya 181 jiwa di Kampung Cicerewet, 34 jiwa di Kampung Cimanggurang, dan 28 jiwa di Kampung Babakan Tengah.(*)







