RUJUKANMEDIA.com – Rencana Pembangunan jalan alternatif Leuwiliang-Rancabungur, Kabupaten Bogor pada tahun ini batal.
Musabab, jalan yang dibangun sebagai salah satu upaya meminimalisir kemacetan di wilayah barat Kabupaten Bogor itu hingga saat ini baru sampai pada tahap Study kelayakan atau Feasibility Study (FS).
“Sekarang lagi berproses, prosesnya FS dulu harus ditempuh kan ada beberapa yang harus ditempuh kaya FS DED (detail engineering design) Amdal seperti apa,” ujar Ketua Tim pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah II PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi kepada wartawan, Jumat 9 April 2025.
Berbarengan dengan FS, lanjutnya , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga harus melakukan tahapan pembebasan jalan.
Dalam hal ini, Pemkab Bogor diketahui telah menggelontorkan anggaran hingga Rp50 miliar.
“Anggaran yang digelontorkan Rp50 Miliar, Rp40 nya pembebasan Rp10nya untuk pembukaan totalnya ada 11 kilometer dalam lebar bentangan itu 30 meter,” kata dia.
Melihat segala kemungkinan itu, pembebasan lahan diperkirakan baru akan selesai pada tahun ini.
Sehingga tahun 2026 atau paling lambat tahun 2027 pembangunan fisik bisa langsung dilakukan setelah pembebasan.
“Sekarang tahapannya pembebasan dulu, kalau sekarang bisa pembebasannya mungkin tahun 2026/2027 sudah digarap fisiknya, itupun kalau ga ada kendala,” jelas dia.
Baca Juga : Siap-siap, Jalan Lingkar Rancabungur-Leuwiliang Bogor Dibangun 2025
Ia berharap, harapan kepala daerah bisa sesuai dengan anggaran yang diberikan kepada PUPR. Sehingga, jalan alternatif pengurai kemacetan itu bisa segera selesai dilakukan.
“Mudah-mudahan lancar karena ini untuk mengurai kemacetan Bogor Barat khususnya di Leuwiliang,” tutup dia.
Sebelumnya, rencana pembangunan jalan ini diungkap Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara.
“Alhamdulilah kami di DPRD sudah mengalokasikan anggaran untuk wilayah Rancabungur sampai Leuwiliang untuk jalur alternatif,” ungkapnya belum lama ini.
Baca Juga : Polres Bogor Terjunkan Brimob Minimalisir Joki di Jalur Alternatif Puncak
Menurutnya, pembangunan tersebut sempat terhambat lantaran adanya proses kajian yang belum selesai, sehingga pembangunan akan dilaksanakan tahun 2025.
“Jadi tahun lalu sempat dianggarkan tapi ada kajian yang belum selesai, jadi tidak bisa dibelanjakan dan belum bisa dikerjakan,” jelasnya.
Politisi Gerindra itu meyakini pembangunan jalan lingkar Rancabungur-Leuwiliang itu bakal meminimalisir kemacetan di Jalan Raya Dramaga – Leuwiliang.
“Insya allah tahun depan sudah bisa dilaksanakan, ini salah satu upaya mengurai kemacetan di Bogor Barat dan kita harus membuka jalur baru untuk masyarakat menggunakan akses utama,” pungkasnya. (*)







