RUJUKANMEDIA.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengaku menerima informasi mengenai kondisi Rest Area Gunung Mas Puncak yang sepi dari pengunjung.
Sastra menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk segera memberikan solusi.
Musabab, kata dia, kondisi itu sangat berdampak kepada para pedagang yang sebelumnya ditertibkan karena berjualan di pinggir jalan, di kawasan wisata Puncak oleh Pemkab Bogor.
“Ini kan ratusan orang yang berdagang, jangan sampai nanti balik lagi ke tempat itu (lapak yang sebelumnya digusur). Ini kan urusannya perut,” kata Sastra kepada wartawan, Jumat 25 April 2025.
Ia pun menyoroti peran PT Sayaga Wisata sebagai pengelola Rest Area Gunung Mas Puncak.
Baca Juga : Pemkab Bogor gelar istigasah di rest area Puncak warnai HUT ke-79 RI
Sastra menilai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut pasif dalam melakukan koordinasi dan sosialiasi kepada masyarakat dalam menggaet pengunjung masuk ke rest area.
“Harusnya Sayaga bisa bersosialisasi kepada masyarakat, bisa menggaet para wisatawan bisa datang ke situ (rest area), dengan cara seperti (berkoordinasi dengan) pemerintah daerah bagaimana Rest Area ini bisa hidup,” jelas Sastra.
Oleh karena itu, Politisi Gerindra tersebut ngin Sayaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) bisa berkoordinasi dalam melakukan penataan agar tempat tersebut berjalan maksimal.
“Pemerintah daerah harus selektif, harus berhati-hati (dalam penataannya) supaya rest area ini bisa ramai dan bisa nyaman bagi para pengunjung,” tegas Sastra.
Sementara, salah satu pedagang di Rest Area Gunung Mas Puncak yang namanya enggan disebutkan mengaku memilih untuk menutup sementara warungnya karena sepinya pengunjung.
“Tutup sementara, karena buat modal aja ga nutup. Sepi,” kata dia..(*)







