Sekolah Rakyat Gagasan Prabowo di Bogor Beroperasi Pertengahan Bulan Ini

 

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan program Sekolah Rakyat beroperasi pada pertengahan bulan ini, Juli 2025.

Ada dua titik yang menjadi lokasi didirikannya sekolah rakyat. Pertama di Sentra Terpadu Inten Suweno di Karadenan, Cibinong untuk jenjang SMP. Kedua Sentra Terpadu Galih Pakuan di Kecamatan Ciseeng untuk jenjang SMA.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat yakni mengacu pada model pendidikan berasrama (boarding school) sesuai dengan arahan dari Kementerian Sosial.

 

“Tempat belajar gratis, fleksibel, dan ramah untuk anak-anak dari latar belakang sulit ekonomi. Kurikulumnya tidak hanya pelajaran, tapi juga kepemimpinan, life skills, kesehatan dan gizi, serta nasionalisme dan karakter,” jelas Rudy, Kamis 10 Juli 2025.

Baca Juga : Hidup Dekat Istana Presiden, Komisi IV DPRD Soroti 599 Anak Putus Sekolah di Kota Bogor

Rudy Susmanto menyebut Sekolah Rakyat hadir di Kabupaten Bogor sebagai wujud kemerdekaan yang nyata dan pemerataan bagi semua.

Diantaranya pendidikan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga anak-anak Kabupaten Bogor bebas dari putus sekolah.

“Putus sekolah bukan akhir cerita, sekarang ada harapan baru untuk anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya. Mudah-mudahan dua-duanya bisa berjalan,” ungkap Rudy.

Baca Juga : Kemensos Targetkan 200 Sekolah Rakyat Terbangun Tahun Ini

Ia berharap, program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan peluang bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan lingkungan yang sehat.

“Sekaligus menciptakan ruang tumbuh yang aman dan mendidik bagi anak-anak yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal,” jelas Rudy.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat terus dikembangkan. Dimana di wilayah Jasinga dan Cariu tengah disiapkan.

“Untuk saat ini sebanyak 67 siswa telah terdaftar, terdiri dari 50 siswa jenjang SMA dan 17 siswa jenjang SMP. Mereka telah melalui proses seleksi dan verifikasi berdasarkan data resmi keluarga miskin ekstrem yang dihimpun Dinas Sosial Kabupaten Bogor,” jelas Farid.

Farid menambahkan, proses pembelajaran akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar agar pendampingan dan pengembangan karakter siswa bisa dilakukan lebih maksimal.

“Program Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang lebih layak, sekaligus menciptakan ruang tumbuh yang aman dan mendidik bagi anak-anak yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal,” ujarnya.

Baca Juga : Siswa di Bogor Masuk Sekolah Lebih Pagi dari Senin hingga Jumat, Sabtu Diliburkan 

Untuk diketahui, Sekolah Rakyat adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memuliakan keluarga miskin dan memfasilitasi kebangkitan wong cilik. Visinya mencetak agen perubahan pada setiap keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan.

Dengan misi, memberikan pendidikan berkualitas untuk siap menempuh pendidikan lanjutan. Menanamkan pola pikir pantang menyerah dan gigih dalam meraih masa depan. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan cinta tanah air. Menguatkan rasa percaya diri, berkarakter dan berbudi pekerti luhur.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk memastikan para siswa mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang optimal. Fasilitas yang disediakan mencakup asrama bagi siswa dan guru serta ruang kelas yang dilengkapi dengan sarana belajar modern.(*)

Tinggalkan Balasan

TERKAIT LAINNYA