RUJUKANMEDIA.com – Turnamen sepakbola antarkampung di Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, berujung ricuh.
Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 RI tersebut mengakibatkan satu orang tewas.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia bahkan mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Wikha menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi berawal dari aksi saling ejek antar suporter pasca pertandingan.
Baca Juga : Pasca PNS DLH Tewas, Pemkab Bogor Tingkatkan Keamanan Pekerja di TPAS Galuga
Sebenarnya, kata dia, turnamen sepakbola tersebut sudah dihentikan oleh Polsek Jasinga pada 26 Juli 2025 karena alasan keamanan pasca peristiwa terdahulu.
“Atas kejadian tersebut Kapolsek Jasinga mengundang Pemdes Kalong Sawah, panita penyelenggara dan supporter untuk melaksanakan mediasi di Polsek Jasinga, dengan hasil semua pihak sepakat pertandingan turnamen Sepakbola Pordes Desa Kalong Sawah dihentikan,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa 18 Agustus 2025.
Namun, lanjutnya, pada 9 Agustus 2025, tanpa sepengetahuan Polsek Jasinga turnamen sepakbola itu kembali digelar dengan ketua penyelenggara yang berbeda diikuti 10 tim.
Baca Juga : Peristiwa Maut di Jalur Tambang Parungpanjang, Pelajar Tewas Usai Gagal Nyalip Truk
Kemudian pada Minggu tanggal 17 Agustus 2025 sekitar jam 14.00 WIB, dilangsungkan pertandingan final angara Kampung Parung Sapi Kaum melawan Kampung Kalong Dagul yang dilaksanakan di lapangan Labora Kampung Kalong Dagul.
Pertandingan itu dimenangkan Kampung Kalong Dagul dengan skor 1-0. Setelah pertandingan selesai, sekitar jam 17.45 Wib, supporter dan para pemain Kampung Parung Sapi meninggalkan lapangan.
Namun, salam perjalanan pulang melintasi Kampung Peuteuy, suporter yang memenangkan pertandingan, melakukan pawai dengan menggerung-gerungkan motor hingga memancing reaksi warga.
“Warga Kampung Peuteuy terpancing dan terjadi bentrok hingga mengakibatkan korban luka akibat lemparan batu dari pihak Kampung Parung Sapi. Namun suporter dan pemain kembali ke wilayah dan melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkab Bogor Terapkan Jam Malam, Antisipasi Kriminalitas dan Tawuran Pelajar
Kemudian sekitar Pukul 19.00 WIB, di Jalan Raya Jasinga, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, keributan itu berlanjut. Dimana warga melakukan aksi saling serang.
Dari kejadian ini, seorang warga bernama Sanger tewas dengan luka di bagian perut, diduga terkena sabetan senjata tajam.
“Korban dilarikan ke Puskesmas Jasinga kemudian dirujuk ke RSUD Leuwiliang. Saat di perjalanan menuju RSUD Leuwiliang korban meninggal dunia,” ungkap Wikha.
Selain korban jiwa, empat korban yang merupakan warga Kampung Peuteuy yakni Aril mengalami luka lemparan batu, Idil luka senjata tajam, Billy luka bagian pelipis mata dan Bota luka bagian mulut. (*)







