RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadikan pos ronda di wilayah Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeurep, sebagai percontohan untuk wilayah lain.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyebut, warga di Karang Asem Timur telah menunjukkan langkah positif, seperti membangun komunikasi antara pos ronda, siskamling, dan kantor desa.
Ia menilai langkah tersebut efektif untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Apalagi wilayah ini merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Bogor.
“Karang Asem Timur memiliki luas 110 hektare, di mana 100 hektare merupakan kawasan pabrik dan hanya 10 hektare kawasan pemukiman atau urban. Area urban biasanya rawan kejahatan karena interaksi yang beragam. Namun, komunikasi antarpos ronda mampu meminimalisir kerawanan tersebut,” jelas Ajat, Minggu 14 September 2025.
Baca Juga : Jaga Keamanan Wilayah, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Aktifkan Siskamling
Menurut Ajat, warga juga menyampaikan beberapa persoalan yang kerap terjadi, seperti tawuran, pencurian, dan keributan. Namun, berkat adanya pos ronda dan koordinasi yang baik, permasalahan itu perlahan dapat teratasi.
“Tadi kita tanyakan, kenapa pos ini ada di sini? Jawabannya karena dulu sering terjadi tawuran. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi. Bahkan, kasus pencurian pun bisa cepat terungkap karena adanya komunikasi antarpos,” ujarnya.
Baca Juga : Jaga Keamanan Wilayah, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Aktifkan Siskamling
Ajat bahkan telah meninjau langsung kondisi di wilayah tersebut pada Jumat kemarin. Kegiatan itu sejalan dengan instruksi Presiden dan Bupati Bogor melalui surat edaran untuk menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.
“Jadi bukan hanya tugas TNI/Polri atau pemerintah daerah, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa bahu-membahu menciptakan lingkungan yang aman,” tegasnya.
Ajat juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan yang telah menjaga keamanan lingkungan
“Karang Asem Timur ini mencerminkan kawasan yang berkembang dengan tingkat kerawanan cukup tinggi. Namun faktanya, masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan mampu menciptakan suasana kondusif. Untuk itu, saya sampaikan terima kasih atas kebersamaan dalam menjaga keamanan wilayah,” pungkasnya. (*)







