RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan uji sampel makanan pasca dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa empat siswa SMPN 1 Jonggol.
Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, uji laboratorium itu diperlukan agar mengetahui pasti penyebab daripada yang menimpa empat siswa tersebut.
“Harus dilakukan cek lab tersebut sehingga tidak ada prasangka-prasangka dan hal-hal yang posisinya menyatakan iya dan tidak (keracunan). Tapi itu hasil lab yang akan dilakukan nanti,” kata Andri kepada wartawan, Rabu 24 September 2025.
Baca Juga : Dibawa ke Puskesmas, Siswa SMP di Jonggol Bogor Diduga Keracunan MBG
Sampai saat ini, ia pun mengaku belum berani untuk mengatakan keracunan terhadap keempat siswa tersebut. Meski, setelah menyantap menu MBG, siswa mengalami mual.
Apalagi, kata dia, keempat siswa tersebut sedang dalam kondisi sakit.
Sehingga, Andri menegaskan bahwa peristiwa keracunan yang diduga karena MBG itu masih dalam tahap investigasi.
“Perlu digarisbawahi belum bisa dikatakan ini keracunan makanan MBG. Karena beberapa anak yang terindikasi bereaksi dari makanan ini memang punya riwayat sakit dan melebihi porsi makan yang ada,” tegasnya.
Baca Juga : Diduga Usai Makan Tempe Goreng, Satu Keluarga di Leuwisadeng Bogor Keracunan
Ia berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini di wilayah lain. Sebab sejatinya, ia menegaskan bahwa Pemcam Jonggol mendukung program MBG yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Kita berharap kejadian ini cukup sekali di SMPN 1 Jonggol dan tidak terjadi di beberapa sekolah lain. Kami sangat mendukung program pemerintah pusat pak Presiden Prabowo Subianto terkait MBG ini yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor,” pungkas Andri.(*)




