Warga Kabupaten Bogor Harus Punya Ijazah! Sekolah Kejar Paket Diperbanyak

 

RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, berencana memperbanyak sekolah kejar paket di wilayahnya.

Rencananya, program yang bertujuan agar seluruh warga Kabupaten Bogor memiliki ijazah setara pendidikan formal itu dilaksanakan pada tahun 2026.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, program kejar paket akan difokuskan bagi warga yang tidak sempat menempuh pendidikan formal, terutama mereka yang hanya lulus SD atau tidak melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA.

Baca Juga : Beda dengan Pemprov Jabar, Pemkab Bogor Tetapkan Jam Sekolah Pukul Tujuh

Harapannya, kata dia, warga bisa meningkatkan daya saingnya di dunia kerja.

“Kami ingin semua anak-anak di Kabupaten Bogor punya ijazah. Ini penting karena ketika mereka dewasa dan ingin bekerja, minimal syaratnya lulusan SMA,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 11 November 2025.

Baca Juga : Diresmikan, Mensos Klaim Sekolah Rakyat untuk Putuskan Rantai Kemiskinan 

Rudy mengungkap, tak sedikit warga Kabupaten Bogor yang setelah lulus SD terpaksa harus membantu orang tuanya mencari nafkah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.

Ia menilai bahwa kondisi itu harus segera ditangani. Sebab, pada akhirnya mereka akan sangat sulit untuk bersaing dan tak ada lagi pilihan pekerjaan.

“Hari ini mereka mungkin bisa bertani atau menambang. Tapi ketika usia 25 sampai 30 tahun dan tambang sudah tidak bisa digarap lagi, mereka harus punya daya saing. Kalau tidak punya ijazah, mau daftar kerja ke pabrik pun tidak bisa,” jelasnya.

Baca Juga : PGRI Minta ke Adityawarman Agar Guru PPPK Bisa Jadi Kepala Sekolah

Untuk memaksimalkan itu, Pemkab Bogor juga akan menggandeng sejumlah pondok pesantren (ponpes) di wilayahnya, khususnya ponpes salafi yang selama ini fokus pada pendidikan agama.

Program kejar paket akan disinergikan agar para santri tetap bisa memperoleh ijazah pendidikan umum tanpa mengubah kurikulum keagamaan mereka.

“Kami tidak masuk ke ranah agama. Kami hanya ingin anak-anak di ponpes juga punya bekal akademis. Walaupun hanya selembar kertas, itu adalah legitimasi bahwa mereka menempuh pendidikan dan siap bersaing,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

TERKAIT LAINNYA