RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, berupaya mendatangkan banyak investor untuk berinvestasi di wilayahnya. Di antaranya melalui sejumlah program yang akan dikerjakan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut ada sejumlah proyek strategis yang direncanakan Pemkab Bogor dan disiapkan bagi investor. Ia menjanjikan bahwa program tersebut akan sangat menguntungkan.
Sejumlah proyek itu tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, dari barat, timur, utara hingga selatan. Rencananya program tersebut dilaksanakan dalam rentang waktu empat tahun atau hingga masa jabatannya sebagai Bupati Bogor habis di 2030.
“Jadi kami menyampaikan hanya gambaran sekilas, pertama rencana kami 4 tahun ke depan terhadap Bogor wilayah timur dan Bogor wilayah barat, wilayah utara, wilayah selatan,” kata Rudy.
Di wilayah Selatan Kabupaten Bogor, Rudy menyampaikan bahwa akan ada peluang ekonomi untuk para investor. Sebab, kata dia, bakal ada jalan alternatif baru yang menuju ke Puncak.
“Insyaallah kami akan membangun jalan Tawasul atau Telaga Warna Sentul, dari Megamendung ke Cisarua yang akan dimulai di 2026,” kata Rudy.
Sementara di wilayah Barat Kabupaten Bogor, bakal ada pusat pertumbuhan ekonomi dan calon Ibu kota Kabupaten Bogor Barat yang berada di Kecamatan Cigudeg.
“Di wilayah Bogor Barat terkait calon Ibu Kota Bogor barat atau pusat pertumbuhan ekonomi, itu diketuai oleh Pak Wakil Bupati, tahapan sudah berjalan, kami sudah mendapatkan jawaban dari PTPN untuk dapat menindaklanjuti secara administratif supaya penguasaan lahan dapat digunakan sebagai calon ibukota bogor wilayah barat,” kata Rudy.
Baca Juga : Sukamakmur-Jonggol Jadi Satu Opsi Calon Ibu Kota Bogor Timur
Di wilayah Timur Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor juga sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman serah terima lahan calon ibu kota Bogor Timur.
“Untuk timur, kita telah menandatangani kesepakatan bersama, MoU serah terima 63,5 hektar lahan yang mana tadi dipaparkan namanya Biotown itu merupakan salah satu titik lokasi ibukota bogor timur,” papar dia.
Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji sebelumnya menjelaskan, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang sangat siap untuk dimekarkan.
Ia menyebut, banyak Kabupaten dan Kota di Indonesia yang mengandalkan dana transfer pusat ketimbang memaksimalkan kemampuan fiskal Daerah.
Baca Juga : Pemkab Dengar Pendapat Masyarakat Bogor Timur dan Barat Matangkan DOB
Sementara, wilayah Barat dan Timur Kabupaten Bogor memiliki kemampuan fiskal untuk mengamankan wilayahnya sendiri.
“Dari sekian ratus Kabupaten Kota di Indonesia, 400 atau 500 lebih itu, hampir mayoritas tergantung dana transfer dari pusat. Kalau Barat dan Timur itu akan lebih dari rata-rata kabupaten kota yang lama yang kemampuan fiskalnya itu rendah,” kata Bambam.
Ia mengklaim bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten yang dianggap memiliki kemampuan fiskal tinggi. Sebab, 45 persen APBD Kabupaten Bogor dihasilkan dari PAD.
“Kabupaten Bogor itu dianggap bagus karena dia itu 45 persen berdasarkan PAD dari dalem. Kabupaten Bogor itu dianggap Kabupaten dengan kemampuan fiskal tinggi,” jelas Bambam. (*)







