RUJUKANMEDIA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 1.652 bencana terjadi sejak Januari hingga November 2025.
Dari jumlah hasil kaji cepat itu, bencana angin kencang paling banyak terjadi dengan 818 kejadian.
“Angin kencang 818 kejadian, tanah longsor 536 kejadian, dan 151 kejadian banjir,” ungkap Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi kepada wartawan, Rabu 10 Desember 2025.
Baca Juga : Pemkab Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Selain itu, lanjut Andi, tercatat juga ada 60 pergerakan tanah, 47 kejadian non-alam, 26 gempa bumi, 11 kekeringan, serta 3 kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kondisi itu, Pemkab Bogor juga telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) di empat zonasi wilayah rawan bencana. Barat, Timur, Selatan dan Utara Kabupaten Bogor.
Baca Juga : Tim Reaksi Cepat Dibentuk, Kabupaten Bogor Siaga Bencana
Pembentukan tim tersebut menyusul penetapan status siaga bencana yang telah dilakukan Pemprov Jawa Barat.
“Kami membentuk tim reaksi cepat, menetapkan status siaga bencana sampai dengan tahun depan, menindaklanjuti imbauan dari Pemprov Jabar,” ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto. (*)







