RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, belum memantapkan niatnya untuk membangun konsep rumah vertikal di kawasan padat penduduk.
Permintaan tersebut sebelumnya juga diutarakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, karena dinilai sebagai solusi meminimalisir korban saat banjir.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menyebut bahwa rumah vertikal belum menjadi kebutuhan mendesak di Kabupaten Bogor.
Namun, jika harus merencanakan itu, maka kemungkinan pengembangan konsep rumah vertikal bisa diarahkan di wilayah Cibinong Raya.
“Kalau hunian vertikal itu kan seperti apartemen. Untuk pelaksanaannya diarahkan ke
sekitar Cibinong Raya. Seperti Cibinong, Sukaraja, Citeureup. Kalau di luar itu mengarahnya ke Cileungsi, Jonggol, Gunungputri,” kata Eko kepada wartawan, Rabu 28 Januari 2026.
Baca Juga : 13 Wilayah di Kabupaten Bogor Bakal Jadi Kawasan Perumahan
Akan tetapi, kata dia, jika ada pengembang yang ingin membangun, maka Pemkab Bogor sangat mendukungnya.
“Kalau ada yang mau membangun hunian vertikal, pemda menyambut baik gitu kan, karena minimal mengurangi lahan dengan kebutuhan luas tanah yang sangat luas, kalau vertikal kan sedikit itu luas bidang tanah yang dibutuhkan,” jelasnya.
Baca Juga : Izin Perumahan Dihentikan, Pemkab Tetap Dukung Program 3 Juta Rumah Subsidi
Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengarahkan kawasan padat penduduk di Jawa Barat, seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Bandung Raya untuk mengembangkan hunian vertikal seperti rumah susun (rusun) dan apartemen.
KDM menilai, membangun hunian vertikal di kawasan padat penduduk menjadi solusi masyarakat yang kerap dihantui banjir.
“Tidak ada pilihan lain kecuali membangun rumah vertikal atau apartemen karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu,” kata KDM dikutip dari Instagram pribadinya. (*)







