Bupati Bogor Tegaskan Layanan UHC di Tengah Penonaktifan BPJS PBI 

 

RUJUKANMEDIA.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyuarakan program Universal Health Coverage (UHC) di tengah polemik penonaktifan anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran (BPJS PBI) oleh pemerintah pusat.

Berdasarkan data yang didapat, ada sebanyak 155.242 warga Kabupaten Bogor uang terdampak dari kebijakan tersebut.

Rudy menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Bogor tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis lewat program Universal Health Coverage (UHC) 100 persen yang diterapkan Pemkab Bogor tahun ini.

“Pemkab Bogor telah menerapkan UHC 100 persen yang akan melayani masyarakat,” kata Rudy kepada wartawan, Minggu 8 Februari 2026.

Dengan skema UHC 100 persen, Rudy memastikan seluruh masyarakatnya tetap dapat akses layanan kesehatan.

Baca Juga : Pemkab Realisasi Program UHC, Wakil Ketua DPRD Pastikan Kawal Pelaksanaannya

Di samping itu, Rudy menyebut bahwa penonaktifan terjadi karena adanya perubahan sistem pendataan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN).

Sehingga, terjadi perubahan pula pada sistem pendataan menyebabkan masyarakat, khususnya kategori desil sehingga tidak lagi masuk dalam bantuan iuran.

“Kami ingin melayani seluruh masyarakat kita dari desil satu sampai desil 10 yang saat ini berubah desilnya, dari desil satu ke desil sekian,” katanya.

Baca Juga : Rudy Susmanto Siap Wujudkan Janji Politik 2026: Satu Desa Satu Sarjana dan UHC 100 Persen

Rudy mengungkapkan, saat ini Dinkes Kabupaten Bogor dan BPJS Kesehatan sedang menyiapkan skema baru agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa hal yang rumit.

“Dinkes dan BPJS secepatnya akan menerapkan formulasi yang terbaru, dan kita pastikan dengan UHC 100 persen itu masyarakat Kabupaten Bogor dapat terfasilitasi dari layanan kesehatan yang ada,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan