Kejari Sebut Dugaan Korupsi pada Proyek RSUD Bogor Utara Terjadi Sejak Perencanaan Pembangunan

 

RUJUKANMEDIA.comKejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, menduga kesalahan dalam proyek RSUD Bogor Utara yang berujung pada tindak pidana korupsi (Tipikor) terjadi sejak awal perencanaan.

Pada poyek yang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat senilai Rp93,4 miliar itu, Kejari Kabupaten Bogor menemukan adanya dugaan kecurangan yang sistematis. Awalnya terjadi saat pengajuan proposal pembangunan kepada Pemprov Jabar.

“Jadi jadi sebelum proses konstruksi dimulai, tim kami menemukan adanya tahap perencanaan dan persiapan pengajuan proposal tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor, Andri Zulfikar kepada wartawan, Minggu 21 Juni 2026.

Baca Juga : 61 Orang Diperiksa dalam Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara, Mulai dari ASN hingga Swasta

Temuan itu, lanjutnya, berdampak pada berbagai tahapan berikutnya. Seperti pelaksanaan proyek yang juga diduga tidak berjalan sesuai aturan yang mengatur pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Penyidik menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses pemilihan penyedia jasa konstruksi maupun konsultan pengawas.

Salah satunya terkait penggunaan dokumen yang diduga tidak sah serta ketidaksesuaian persyaratan tenaga ahli yang diajukan saat proses tender.

“Dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, proses pembangunan RSUD Bogor Utara diduga tidak dilaksanakan sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa,” jelas Andri.

Baca Juga : Kejari Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp1 Miliar dari Dugaan Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara

Saat ini, Kejari Kabupaten Bogor masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dimana sudah ada sekitar 61 saksi yang diperiksa dalam dugaan kasus korupsi proyek tersebut.

Andri menegaskan, bahwa proses pendalaman terhadap dugaan kasus itu berjalan detail. Meski sebelumnya sempat tertunda mengingat pembangunan RSUD Bogor Utara dilaksanakan pada 2022.(*)

Tinggalkan Balasan