RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mempercepat program normalisasi saluran air dan penataan kawasan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Program tersebut difokuskan untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, perikanan, sekaligus mengurangi potensi bencana akibat terganggunya fungsi saluran air.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut, normalisasi saluran air dilakukan berskala besar di berbagai wilayah. Seperti Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, hingga Tanjungsari.
“Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saluran air skala besar di sejumlah wilayah. Termasuk juga
penataan saluran irigasi dan kawasan agar fungsi infrastruktur berjalan optimal,” kata Rudy, Minggu 5 Juli 2026.
Baca Juga : Pemkab Bogor Normalisasi Saluran Irigasi untuk 800 Hektare Lahan Sawah di Wilayah Timur
Pemkab Bogor malkukan klasifikasi prioritas pada program tersebut. Seperti di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari. Normalisasi menjadi hal yang diprioritaskan karena karena mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan pertanian.
Sementara di kawasan Ciseeng, Kemang, Parung dan Rancabungur yang merupakan kawasan Minapolitan dengan sekitar 200 hektare kolam perikanan, Pemkab Bogor memastikan pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.
“Kami ingin memastikan ketika musim kemarau tiba, sawah tetap mendapatkan air dan sentra perikanan tetap bisa berproduksi. Karena itu kami juga menyiapkan pipanisasi dari beberapa mata air serta pembangunan sumur di sejumlah titik untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Baca Juga : Bupati Bogor Komitmen Tangani Banjir Bogor Utara Lewat Normalisasi Irigasi
Rudy juga menegaskan bahwa penataan yang dilakukan bukan hanya sebatas normalisasi saluran air, tetapi juga penertiban bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai agar fungsi drainase dan irigasi dapat kembali berjalan maksimal. (*)





