RUJUKANMEDIA.com – Musim kemarau di Kabupaten Bogor tak hanya berdampak pada kekeringan tapi juga berpotensi menimbulkan bencana kebakaran.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor terhitung Juni hingga sepanjang Juli 2026, sudah ada 34 bencana kebakaran yang terjadi.
“Total ada 34 peristiwa kebakaran. Dari jumlah tersebut, 12 kasus merupakan kebakaran lahan, kebun, tempat pembuangan sampah, dan lokasi sejenis,” ungkap Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, Selasa 14 Juli 2026.
Baca Juga : Kebakaran Peternakan di Bogor, 60 Ribu Ayam Terpanggang Kerugian Capai 6,5 Miliar
Menurut Yudi, sebagian besar kejadian tersebut diduga dipicu oleh kelalaian manusia. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi menimbulkan api.
“Salah satu penyebabnya adalah kelalaian manusia. Masyarakat lebih lebih waspada,” jelasnya.
Baca Juga : Kemarau Picu Kebakaran, Warga Diminta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan
Yudi pun mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Jangan tinggalkan penyebab munculnya api di sekitar kita, karena dengan panas yang terik saat ini akan menjadi mudah timbulnya api. Mari semua masyarakat untuk peduli dengan diri sendiri dan lingkungannya, kita saling mengingatkan,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran agar dapat segera ditangani dan tidak meluas. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau.(*)







