Rujukanmedia.com – Atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui normalisasi Sungai Cibeuteung di Desa Candali, Kecamatan Rancabungur. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir, melindungi lahan pertanian masyarakat, menjaga kelancaran mobilitas warga, sekaligus mendukung rencana pembangunan kawasan di wilayah tersebut.
Camat Rancabungur, Dita Aprillia, mengungkapkan bahwa usulan normalisasi Sungai Cibeuteung I disampaikan kepada Bupati Bogor dalam rapat koordinasi normalisasi sungai sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang selama ini terdampak banjir saat curah hujan tinggi.
“Wilayah Kampung Candali menjadi salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi. Meskipun tidak banyak permukiman, banjir berdampak pada lahan pertanian palawija milik masyarakat. Selain itu, salah satu ruas jalan kabupaten juga sering tergenang sehingga menghambat mobilitas warga,” ujar Dita, Sabtu (1/8).
Ia menjelaskan, normalisasi Sungai Cibeuteung I merupakan bagian dari penataan sistem aliran sungai secara menyeluruh di wilayah Rancabungur. Sebelumnya, normalisasi telah dilakukan di Sungai Cibarengkok pada 2025 dan saat ini pekerjaan juga berlangsung pada aliran sungai dari Ciseeng menuju Parung.
“Keberadaan Sungai Cibeuteung I yang berada di antara kedua aliran tersebut menjadikan normalisasi sebagai kebutuhan penting agar fungsi sungai berjalan optimal,” jelasnya.
Menurut Dita, upaya ini juga mendukung rencana pembangunan kawasan sport center di Kecamatan Rancabungur. Dengan kondisi aliran sungai yang lebih baik, potensi genangan dapat diminimalkan sehingga pembangunan maupun pemanfaatan kawasan di masa mendatang dapat berlangsung lebih aman.
“Saat ini pekerjaan normalisasi telah memasuki hari kedua. Dari total panjang sekitar 1,2 kilometer, kurang lebih 500 meter aliran sungai telah berhasil dinormalisasi. Pemerintah memperkirakan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu lima hingga enam hari ke depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses pengerjaan menghadapi tantangan berupa endapan sedimen yang cukup tebal serta banyaknya rumpun bambu yang menutupi aliran sungai. Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Pemkab Bogor mengerahkan alat berat jenis excavator long arm agar pengerukan dapat menjangkau area yang sulit diakses.
Dita juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Menurutnya, sampah menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air yang berpotensi memicu banjir.
“Pemerintah sudah melakukan upaya normalisasi sungai. Kami berharap masyarakat juga berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah ke daerah aliran Sungai Cibeuteung I. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat normalisasi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain normalisasi Sungai Cibeuteung I, Pemkab Bogor juga melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang aliran Sungai Cidepit dan Sungai Kuripan. Sosialisasi kepada pemilik bangunan telah dilakukan selama kurang lebih 30 hari, dan sebagian besar masyarakat telah melakukan pembongkaran secara mandiri.
Setelah seluruh proses penertiban rampung, Pemkab Bogor akan melanjutkan penataan kawasan melalui penanaman pohon di sepanjang sempadan Sungai Cidepit dan Sungai Kuripan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat fungsi sempadan sungai dalam mendukung pengendalian banjir.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK/DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)





