RUJJKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih memonitor kabar mengenai sejumlah pejabat yang disebut-sebut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan berdasarkan informasi yang beredar di media.
“Dari isu (beredar) kami lakukan pengecekan, (katanya) enam orang,” katanya kepada wartawan, Kamis 20 Agustus 2026.
Baca Juga : Bupati Bogor dan KPK Bahas Penguatan Tata Kelola Pemerintahan
Ajat mengaku sudah mencoba menghubungi keenam orang pejabat yang dikabarkan terjaring OTT tersebut.
“(Saya sudah coba kontak) kemudian mereka semua menyampaikan ada yang di lapangan, rapat dan lain-lain,” jelasnya.
Meski demikian, Ajat belum dapat memberikan informasi lebih jauh mengenai kabar tersebut. Menurutnya, pihak yang berwenang menyampaikan kebenaran informasi terkait dugaan OTT tersebut adalah aparat penegak hukum (APH).
“Mungkin yang berhak menyampaikan kan ya dari pihak APH sendiri ya,” jelasnya.
Baca Juga : DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Pengawasan KPK, Pastikan Pokir Dewan untuk Kebutuhan Masyarakat
Karena itu, Ajat memilih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait kabar dugaan penangkapan sejumlah pejabat Pemkab Bogor tersebut.
“Jadi saya sangat menghormati dari sana seperti apa ya, menunggu semua. Saya tidak bisa memastikan kan ya,,” tegasnya.
Sekedar informasi, kabar mengenai dugaan terjaringnya sejumlah pejabat Pemkab Bogor dalam OTT KPK beredar pada Kamis pagi.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai siapa saja pejabat yang disebut-sebut terjaring dalam operasi tersebut.(*)





