RUJUKANMEDIA.com – Kemensos melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pendataan penerima bantuan sosial (Bansos) Triwulan III 2026.
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menjelaskan pelibatan PPATK dilakukan agar data penerima bansos
adalah mereka yang benar membutuhkan.
Gus Ipul, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa penyaluran bansos saat ini mengacu pada data yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Keterlibatan PPATK, kata dia, dimaksudkan agar data penerima bansos sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
“Kami menyalurkan (bansos) berdasarkan pemutakhiran data dari BPS. Sambil kita melihat informasi dari PPATK, juga dari temuan-temuan di lapangan yang ini akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran,” jelas Gus Ipul kepada wartawan di Bogor belum lama ini.
Baca Juga : Desa Bojonggede Jadi Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos Lewat Portal Perlinsos
Penyaluran bansos untuk triwulan III 2026 sendiri berjalan pada periode Juli hingga September. Kata Gus Ipul, pemerintah menargetkan realisasi penyaluran sudah menembus lebih dari 90 persen pada awal September.
“Sekarang sudah sedang salur ini. Jadi triwulan kedua itu kan April, Mei, Juni. Nah, sekarang Juli, Agustus, September. Ini triwulan ketiga sedang proses ini. Mudah-mudahan nanti September, awal September mungkin kita akan sampai sudah di atas 90 persen,” terangnya.
Baca Juga : Bojonggede Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, 200 Warga Masuk Data Tahap Awal
Untuk triwulan III, pemerintah menargetkan bantuan kepada lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) melalui dua program utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
“Semuanya 18 juta lebih keluarga penerima manfaat. Untuk dua program, program PKH dan Program Bantuan Sembako,” katanya. (*)







