Tensi Ferdy Sambo Tinggi Saat Diperiksa di Lapas Cibinong

 

RUJUKANMEDIA.com – Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan kesehatan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat 2 Oktober 2026.

Bersama dengan sekitar 500 warga binaan, pemeriksaan kesehatan Ferdy tersebut meliputi pengecekan kesehatan umum, pemeriksaan laboratorium, pemberian obat sesuai kebutuhan medis, serta edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat selama menjalani masa pembinaan.

Salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut,Yenny Chandrawaty menyebut pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo yang meliputi pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol, masih dalam kondisi baik. Namun, tekanan darahnya tercatat agak tinggi.

“Kita cek tiga-tiga gini. Gula darah, asam urat, kolesterol masih bagus. Cuman tensinya agak tinggi,” ujar Yenny dalam keterangannya.

Yenny menyebut kondisi tersebut dapat berkaitan dengan riwayat tekanan darah dan kurangnya waktu istirahat. Saat menjalani pemeriksaan, Ferdy Sambo disebut sedang dalam suasana.

Baca Juga : Terungkap, Bangunan Berfasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibangun di Lahan Pemkab Bogor

Di samping itu, ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Warga binaan terlebih dahulu melakukan registrasi, kemudian menjalani pemeriksaan tekanan darah dan screening kesehatan.

“Warga binaan itu kita datang untuk registrasi, kemudian kita tensi, kemudian kita screening,” ujar Yenny.

Setelah screening, warga binaan dipilah berdasarkan kondisi dan keluhan kesehatan. Mereka kemudian diperiksa dokter untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Jika terdapat indikasi medis, warga binaan diarahkan menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi pertimbangan dokter dalam menentukan penanganan dan pemberian obat.

Baca Juga : Terungkap, Bangunan Berfasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibangun di Lahan Pemkab Bogor

Dalam pemeriksaan tersebut, Yenny mengatakan salah satu keluhan kesehatan yang cukup banyak ditemukan adalah skabies atau penyakit kulit akibat tungau.

Karena itu, warga binaan mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tidur. Mereka juga dianjurkan rutin menjemur alas tidur untuk membantu mengurangi risiko berkembangnya tungau penyebab skabies.

“Beberapa penyakit yang saya dapati kebanyakan skabies. Mereka harus lanjut menjemur alas tidurnya,” kata Yenny.(*)

Tinggalkan Balasan