RUJUKANMEDIA.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani mendorong swasembada susu.
Ia mengungkap hingga saat ini sekitar 70 hingga 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor.
Sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 hingga 25 persen kebutuhan.
“Selama ini kebutuhan susu kita 70 sampai 80 persen masih diimpor, 20 sampai 25 persen produksi sendiri. Jadi masih jauh sekali. Jadi itu opportunity yang sangat besar,” ujar Muzani di Kabupaten Bogor belum lama ini.
Baca Juga : Jadi Tuan Rumah Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, Bupati Bogor Dorong Potensi Peternakan Lokal
Ia juga menyoroti kebutuhan susu nasional yang berpotensi semakin besar seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga : Kontes Sapi APPSI di Kabupaten Bogor Jadi yang Terbesar di Indonesia
Menurut Muzani, kekurangan pasokan susu bukan baru terjadi setelah adanya program tersebut. Kondisi itu sudah berlangsung sebelumnya dan kebutuhan akan semakin meningkat dengan adanya MBG.
“Kebutuhan susu kita kurang itu sejak sebelum ada MBG, apalagi ada MBG lebih banyak lagi,” tuturnya.
Karenanya, Ketua Pembina Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) itu berharap kontes sapi yang digelar di Kabupaten Bogor menjadi momen untuk kembali menyadarkan diri, mendorong upaya swasembada yang melibatkan banyak pihak.
“Setelah ini, entah nanti kapan, saya akan berkonsentrasi untuk mulai memikirkan bagaimana ikut bersama-sama pemerintah swasembada susu. Harapannya ke depan semua pemerintah daerah terlibat, semua petani kecil, besar, menengah terlibat, dan kita semua terlibat, apalagi pemerintah,” tuturnya.(*)






