Dianiaya Preman, Perempuan di Gunungputri Bogor Alami Kesulitan Bicara

 

RUJUKANMEDIA.com – Misna Silalahi, saksi sekaligus mertua dari korban penganiayaan di area Pasar Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, angkat bicara.

Ia menyebut, peristiwa yang terjadi pada Senin 5 Oktober 2026 tersebut dikarenakan persoalan pembuangan sampah.

Misna menceritakan, kejadian tersebut bermula ketika anak buahnya membawa dan membuang sampah ke tempat mobil sampah. Saat itu, seorang pria berinisial W yang merupakan terduga pelaku, menanyakan pemilik sampah tersebut kepada dirinya.

“Saya langsung jawab, ‘Oh, itu sampah-sampah kami.’ Baru diangkat, diambil lah. Ini sama yang kerja di sini, sampah itu tadi diambil, sampai sampah itu saya bongkar di sini,” kata Misna kepada wartawan, Selasa 6 Oktober 2026.

Baca Juga : Petugas Parkir Pasar Parung Korban Dugaan Penganiayaan Ormas Lapor Polisi

Misna mengaku tidak mengetahui jika sampah tersebut tidak diperbolehkan dibuang di lokasi tersebut. Ia menyebut selama ini pihaknya juga membayar untuk pembuangan sampah.

Perselisihan kemudian terjadi setelah W meminta agar tempat tersebut ditutup. Misna mengaku tersulut emosi karena menilai cara bicara terduga pelaku tidak pantas terhadap orang yang lebih tua.

“Dia bilang, ‘Udah, tutup aja, tutup.’ Saya langsung emosi. Oke, saya bilang, ‘Panggil kakak.’ Maksud saya menantu saya,” ujarnya.

Baca Juga : Hanya Karena Sampah, Perempuan di Gunungputri Bogor Dianiaya Preman

Menantunya kemudian datang ke lokasi. Saat itu, terduga pelaku sempat pergi menggunakan sepeda motor. Namun, menurut Misna, W kembali turun dari motor setelah terjadi pembicaraan mengenai penutupan lokasi.

“Menantu saya bilang, ‘Tapi bukan hanya kami, ditutup kan dari ujung ke ujung.’ Dia langsung turun tiba-tiba, menonjok,” ungkapnya.

Pukulan tersebut mengenai pipi sebelah kiri menantu Misna hingga korban terjatuh. Setelah itu, Misna melihat adanya pelemparan telur yang turut mengenai dirinya.

“Saya lihat lagi, telur dilempar. Saya juga kena banyak cipratan telur, baju saya banyak yang kena,” katanya.

Misna menyebut kondisi menantunya hingga kini masih mengalami dampak dari kejadian tersebut. Korban disebut masih kesulitan berbicara dan bahkan tidak dapat tertawa seperti biasanya.

“Kondisinya sekarang, dia kayaknya bicara masih susah ya. Ketawa saja dia tidak bisa,” ujarnya.

Baca Juga : Wasit Korban Ricuh Sepakbola di Bogor Maafkan Para Terduga Pelaku Penganiayaan

Sekitar 20 menit setelah kejadian, orang tua W datang menemui Misna. Mereka meminta maaf dan berupaya membersihkan sisa telur di lokasi.

“Orang tuanya datang, peluk-peluk saya, minta maaf ke saya. Dia bilang, ‘Kita sudah kayak saudara.’ Orang tuanya juga ikut membersihkan telur,” tutur Misna.

Menurut Misna, pihak keluarga pelaku juga meminta agar persoalan tersebut tidak dilanjutkan. Ia mengaku masih akan mempertimbangkan permintaan tersebut.

“Lalu saya bilang, ‘Nanti akan saya coba.’ Jadi permintaannya, jangan dilanjutkan begitulah,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan