RUJUKANMEDIA.com – Misna Silalahi, mertua dari korban penganiayaan di area Pasar Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, mengungkap bahwa sempat ada upaya permintaan maaf dari terduga pelaku.
Kata Misna, sekitar 20 menit setelah peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin 5 Oktober 2026 sekitar pukul 10.15 WIB, keluarga terduga preman yang melakukan itu datang untuk meminta maaf.
Bahkan, kata dia, orang tua dari terduga pelaku berinisial W itu juga berupaya untuk membersihkan sisa telur dan dagangan milik korban yang sempat diacak-acak.
“Orang tuanya datang, peluk-peluk saya, minta maaf ke saya. Dia bilang, ‘Kita sudah kayak saudara.’ Orang tuanya juga ikut membersihkan telur,” tutur Misna kepada wartawan.
Baca Juga : Hanya Karena Sampah, Perempuan di Gunungputri Bogor Dianiaya Preman
Menurut Misna, pihak keluarga pelaku juga meminta agar persoalan tersebut tidak dilanjutkan. Ia mengaku masih akan mempertimbangkan permintaan tersebut.
“Lalu saya bilang, ‘Nanti akan saya coba.’ Jadi permintaannya, jangan dilanjutkan begitulah,” tuturnya.
Baca Juga : Dianiaya Preman, Perempuan di Gunungputri Bogor Alami Kesulitan Bicara
Di samping itu, Misna mengungkap kondisi menantunya. Pasca penganiayaan itu, korban alami luka
bagian pipi sebelah kiri hingga mengalami kesulitan berbicara.
“Kondisinya, dia (korban) kayaknya bicara masih susah ya. Ketawa saja dia tidak bisa,” ujarnya.(*)





