RUJUKANMEDIA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) imbas dugaan keracunan MBG yang menimpa siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kebijakan PJJ diberlakukan dua hari ke depan atau hingga Kamis 29 Oktober 2206.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, maka dua hari ke depan akan diberlakukan pembelajaran jarak jauh,” kata Rudy usai meninjau kondisi korban dugaan keracunan di Puskesmas Cangkurawok, Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa 27 Oktober 2026.
Baca Juga : Dugaan Keracunan Siswa SMP di Dramaga Bogor Capai 481 Orang, Sampel MBG Diuji Lab
Rudy berharap dengan kebijakan itu, siswa yang mengalami sejumlah gejala seperti mual dan muntah itu bisa memanfaatkan waktunya untuk lebih banyak istirahat di rumah.
“Supaya secara psikologis juga siswa-siswi dapat beristirahat, lalu siswa-siswi juga tenang, dan juga sekaligus kita menunggu hasil laboratorium keluar,” tutur Rudy.
Baca Juga : Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan MBG
Di samping itu, ia menegaskan bahwa penanganan terhadap para siswa dilakukan secara maksimal.
“Kami menanggung semua biaya pengobatan siswa baik di rumah sakit milik daerah atau Puskesmas Cangkurawok maupun swasta yang merupakan rujukan puskesmas ini,” tandasnya. (*)






