RUJUKANMEDIA.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan, bahwa rencana pembangunan jalan Tol Puncak terintegrasi ke Cianjur (Puncak-Cianjur), merupakan salah satu upaya pemerintah mengurai kemacetan di wilayah Puncak.
Bahkan karena hal itu, Emil juga meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan tersebut akan segera dimulai.
“Jalan Tol Puncak-Cianjur mulai diproses dan segera dibangun untuk mengurai kemacetan belasan tahun di wilayah yang menjadi favorit pariwisata ini,” ungkap Emil dikutip dari instagram resminya, Senin, 17 Juli 2023.
Emil meyakini bahwa penataan kawasan wisata Puncak dengan pembangunan jalan tol akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Terlebih rencana tersebut juga merupakan tindaklanjut pemerintah dari berbagai aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor dan Cianjur.
Nantinya, lanjut Emil, jalan tol ini akan dibangun Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Jalur tol ini akan dibangun sepanjang 51 kilometer dari Caringin, Megamendung (Kabupaten Bogor) sampai Cianjur, yang nanti akan disambung dari Cianjur ke Padalarang. Nanti bisa disambung oleh Tol Cigatas ke Garut-Tasik-Ciamis-Banjar-Pangandaran, yang sedang dalam proses pembebasan lahan,” bebernya.
“Jika ini selesai bersama Tol Bocimi, maka jalur Jawa Barat Selatan akan kuat ekonomi dan jalur infrastruktur jalannya,” sambung Emil.
Diketahui, Pemerintah Pusat saat ini tengah menggodok rencana pembangunan Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur. Proyek pembangunan tol ini dikabarkan menelan biaya hingga Rp 24,37 triliun.
Untuk di wilayah Kabupaten Bogor, pembangunan jalan tol dari Caringin menuju Puncak dengan total panjang 18 kilometer. Rutenya, mulai dari Caringin-Cisarua-Gunung Mas.
Baca Juga : Tol Puncak Bukan Sekedar Wacana, Nilai Proyeknya Capai Rp25 Triliun
Sementara, untuk pembangunan seksi 1 sepanjang 11,6 kilometer memakan biaya hingga Rp 3,1 triliun. Kemudian untuk seksi 2 sepanjang 6,9 kilometer membutuhkan biaya konstruksi Rp 2,4 triliun. Dan seksi 3 sepanjang 9,7 kilometer membutuhkan biaya Rp 8,02 triliun.
Lebih lanjut, untuk seksi 4 sepanjang 7,3 km membutuhkan biaya konstruksi sekitar Rp 1,68 triliun. Kemudian untuk seksi 5 sepanjang 16,3 kilometer membutuhkan biaya sebesar Rp9,07 triliun.(*)







