Lapak Tak Kunjung Dibangun, Pedagang Pasar Leuwiliang Dipaksa Sabar Lebih Lama

 

RUJUKANMEDIA.com – Ribuan pedagang di Pasar Leuwiliang, dipaksa bersabar lebih lama. Musabab, hingga saat ini janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk membangun 1.033 lapak sebagai pengganti sementara tempat berdagang mereka pasca kebakaran, belum juga dibangun.

Setelah dibahas dalam rapat koordinasi pada Jumat 6 Oktober lalu, hingga saat ini Pemkab Bogor belum juga mulai melakukan pembangunan lapak di tempat penampungan sementara (TPS) yang kabarnya berada di area pasar Leuwiliang.

Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengakui hal tersebut. Dia mengatakan, saat ini Pemkab Bogor masih melakukan asesmen untuk membangun lapak sementara bagi para pedagang. Terutama menilai kondisi bangunan yang lama pasca kebakaran.

“Kita masih nunggu hasil asesmen apakah bangunan itu (bangunan Pasar Leuwiliang) sudah tidak layak apa masih. Karena kami dari Pemda sudah mengalokasikan untuk penilaian itu, dan juga sudah mengalokasikan tempat lapak sementara pedagang. tinggal asesmennya, kita tunggu hasilnya,” kata Iwan, Rabu 18 Oktober 2023.

Pembangunan 1.033 lapak pedagang sendiri ditargetkan rampung sebelum 15 November 2023. Dengan waktu sekitar satu bulan ini, Iwan mengklaim jika pihaknya terus mengebut proses pembangunan.

Baca Juga : Ditarget Rampung November, 1.033 Lapak Pedagang Pasar Leuwiliang Tak Kunjung Dibangun

Sehingga, kata Iwan, belum dilakukannya pembangunan lapak tersebut lebih kepada mempertimbangkan kondisi bangunan Pasar Leuwiliang dengan membangun lapak sementara yang baru.

“Kalau hasil penilaian asesmen masih layak kan sayang, makannya kami menyerahkan ke dinas kapan tim asesmen bertindak itu untuk menilai bangunan masih layak atau tidak. kalau memang tidak layak, kita berkesinambungan kerja itu dari camat untuk mencari relokasi itu yang sesuai harapan masyarakat yang tidak terlalu jauh. kalau sudah ada, kita cek lagi layak atau tidak,” jelas Iwan.(*)

 

Tinggalkan Balasan